Awas Legislator Idol Mulai Unjuk Gigi !!!

Pemilu legislatif sebentar lagi bakal dihelat. Para calon anggota DPR, DPRD Prop dan Kab/Kota mulai unjuk gigi (maksudnya pasang baliho foto diri yang tunjukkan gigi).  Baliho terpampang di mana mana cukup mencolok mata, bersaing dengan papan iklan operator GSM dan pulsa murah.

Maka babak baru legislator idol pun di mulai. Cuap-cuap di sana sini padahal nanti ingkar janji. Kemana-mana ngomong bak pahlawan.. padahal mungkin dialh sang pecundang.. *tutup kuping*
“Saudara dipilih bukan dilotre. Meski kami tak kenal siapa saudara”-  (Iwan Fals-mode on).. “Hai para calon legislator, kasi tangan mari kita bikin janji  (mode 0n lagi-Chairil Anwar)
Maka hai saudara-saudaraku para blogger se tanah air mari kita satukan tekad : JANGAN PILIH POLITISI BUSUK JADI CALON LEGISLATOR” nanti rakyat akan makin menderita .

BLT, Untung Apa Buntung ?

Kemarin aku dapat selembar tabloid yang sudah kusut yang diterbitkan pemerintah. Namanya tabloid Komunika terbitan Departemen Kominfo. Tabloid iru sebenanrnya telah dibuang di keranjang sampah, tapi saya pungut kembali karena mataku tertumbuk pada sampul belakang tabloid itu yang isinya adalah 12 kriteria rakyat miskin.

Dari situlah aku baru tahu persis apa kriteria-kriteria rakyat miskin di Republik ini.

Sebenarnya kriteria rakyat miskin telah lama saya dengar, namun baru kemarin menjadi jelas bahwa untuk jadi rakyat miskin itu ternyata banyak syaratnya. Antara lain rumah bukan beton, masak pakai kayu bakar, makan hanya 2 kali sehari, makan daging hanya sekali seminggu dan masih menggunakan WC umum alias jamban keroyokan.

Pemerintah telah lama menyusun kriteria ini untuk mengetahui jumlah rakyat miskin dalam rangka menyalurkan dana Bantuan Tunai Langsung (BLT) yang sangat terkenal itu. Ribuan orang kemudian berdesakan untuk mendapat uang yang jumlahnya tak seberapa itu. Bahkan ada yang pingsan segala.

Padahal seperti telah umum diketahui bahwa rakyat miskin di tanah air banyak jumlahnya dan susah ngaturnya. Beberapa kejadian bahkan diketahui bahwa banyak rakyat yang terdata sebagai orang miskin ternyata adalah orang mampu, tentu dalam arti ekonomi.

Jadi di satu sisi, orang-orang yang tergolong mampu memanfaatkan benar peluang ini. Dengan segala cara mereka berusaha agar namanya terdaftar sebagai penerima dana itu. Di sisi lain proyek ini sering jadi obyekan para pejabat untuk pungli dan korupsi. Sedangkan para politisi menggunakannya sebagai wahana kampanye untuk dirinya sendiri.

Kalo sudah begini, BLT untung atau buntung ?

Apakah Blogger Bisa Jadi Momok Bagi Pemerintah?

Syahdan di akhir abad ke-19 di saat musim dingin yang menusuk tulang sedang menyelimuti Rusia, sang penguasa Stalin terlibat sebuah dialog dengan salah seorang perdana menterinya. Konon Stalin marah besar. “Bagaimana tugasmu apakah sudah kau laksanakan?” Stalin bertanya.

Perdana menteri yang terkenal loyal pada atasannya ini lantas menjawab bahwa segala tugas yang diembannya yakni membungkam suara-suara yang menentang pemerintah telah selesai. “Para cendekiawan kritis, penulis yang garang, aktifis mahasiswa dan segenap juru berita dan penulis lainnya telah saya masukkan ke penjara” katanya bangga.

Mendengar itu, Stalin terdiam sejenak. “Mengapa mereka tidak dibunuh saja” tanya diktator ini. Sang perdana menteri menjelaskan bahwa dengan masuknya para penentang itu ke penjara berarti segala aktifitas politik mereka juga telah mati. Kiprah mereka telah dibelenggu. Kebebasannya telah dipasung begitu rupa sampai ke lubang semut. Mendengar ini, Stalin kontan meradang. “Bukankah mereka punya otak? Punya tangan dan punya pena? Kamu tidak bisa membelenggu ide dan pikiran mereka. Itu saja sudah cukup untuk menghancurkan sebuah negara” katanya penuh amarah.

Tidak diketahui dengan pasti bagaimana akhir dialog itu. Yang jelas esok harinya, sang perdana menteri kedapatan mati dibunuh di rumahnya.

Dialog itu menunjukkan bahwa seorang penguasa Rusia macam Stalin sekalipun tetap gentar pada pada para pemikir, penulis dan jurnalisme…. Karena mereka punya otak, punya tangan dan punya pena… (para blogger termasuk dalam kategori ini ?).

Para penulis oleh karena itu menjadi hantu bagi penguasa penguasa yang zalim dimana saja di dunia ini. Mereka gentar. Mereka nanar berhadapan dengan kata-kata kebenaran yang dibawa para pemikir dan penulis itu. Apakah blogger juga dapat menjadi momok bagi pemerintah? Walahualam bissawab. Teruslah kritis dan berpikir merdeka.. Salam


Babi Ngepet Mati Nabrak Tembok

Fotografer - Baban Gandapurnama
Seekor babi jantan yang diduga babi ngepet ditemukan warga Pasirkaliki, Bandung. Babi sepanjang 1, 2 meter tersebut mati menabrak tembok setelah sebelumnya dikejar warga.

PLN Baru Mampu Atasi Defisit Pada 2010

Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal mampu mengatasi defisit listrik pada 2010 setelah proyek pembangunan PLTU 10 ribu Megawatt (Mw) tahap ke dua dibagun oleh pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Hatta Radjasa mengemukakan, pada saat ini pembangunan tahap pertama sedang dilaksanakan hingga 2009.

“Untuk tahun 2009 nanti masih terjadi defisit. Untuk itu jangka pendek yang dapat dilakukan adalah menggeser hari-hari surplus kapasitas, yakni pada hari Sabtu dan Minggu”, kata Mensesneg pada acara press gathering di Surabaya, Sabtu (19/7).

Mensesneg yang hadir bersama Menkominfo Muhammad Nuh, mengatakan, sistem pemadaman secara bergilir yang dilakukan saat ini bukan untuk jangka panjang, tapi hanya untuk jangka pendek selama menunggu pembangunan pembangkit abru yang kini terus dilakukan.

Ia menyebutkan data pertumbuhan lima tahun terakhir, yakni konsumsi listrik tumbuh 6,7%, dan beban puncak 4,8%, sementara kapasitas pembangkit hanya 3,5% per tahun.

“Karena terjadi ketidakseimbangan antara penambahan kapasitas supply dengan demand, akibatnya rasio cadangan kapasitas terhadap beban puncak (reserve margin) pada 2008 ini hanya 21 persen,” katanya.

Sementara itu, Menkominfo Muhammad Nuh mengemukakan, pemerintah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi keterbatasan kapasitsas tersebut. Di antaranya dengan mempercepat pembanguna PLTU 10 ribu Mw, menggeser beban hari kerja ke Sabtu dan Minggu.

Sesuai dengan SKB lima menteri, untuk mengurangi beban pada hari kerja sebesar 600 Mw adalah upaya lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi defisit listrik, karena pada hari Senin sampai Jumat terjadi defisit 1.500 Mw, sementara pada hari Sabtu-Minggu terjadi surplus 1.000 Mw.

“Kalau perusahaan tidak mau mengalihkan hari kerja, ya berarti terkena dampak pemadaman pada hari kerja”, katanya menegaskan. Selain itu, upaya pemerintah adalah akan memastikan kesiapan pembangkit PLN dan pembangkit swasta, katanya menambahkan. (Ant/OL-01)

Halaman Berikutnya »


bloG camPur aduK Hakekat Pengetahuan adalah mengetahui bahwa kita tidak tahu apa-apa (Sokrates). Sebagai Blogger pemula, saya hanya ingin menulis, menulis dan menulis.

ARSIP

YANG NYASAR KESINI

  • 3,432 orang nyasar