Soekarno Menggugat

Desember 29, 2007

sukarno1.jpgTanggal 18 Agustus 1930 Pengadilan Kolonial Bandung dibikin geger oleh seseorang. Hari itu memang tengah berlangsung sidang menghebohkan. surat kabar meliput dan radio menyiarkan. Hari itu seseorang sedang manapak karirnya di dunia politik. Dan dia membacakan pleidoi yang sangat mengesankan.

Kasusnya bukan kasus sembarangan dan orang yang membuat geger itu juga bukan orang sembarangan. Soekarno di hari-hari itu, tampaknya sedang menggantang kemampuan sekaligus mengukur kapabilitas politiknya yang ia timba dari beragam pengalaman pahit masa lalu.

Kasusnya terkenal sebagai “proses PNI “ adalah semacam tuduhan makar terhadap Soekarno cs kala itu.

Bertindak selaku Hakim Ketua dalam sidang hari itu adalah Mr.Siegenbeek Van Heukelom dengan Jaksa Penuntut R. Sumadisurja. Tuntutan jaksa sebenarnya tak jelas alias kabur. Dalam tuntutan misalnya, Jaksa secara implisit hanya mengajukan dakwaan bahwa tokoh-tokoh pergerakan nasional berindikasi menghasut masyarakat untuk melakukan pemberontakkan terhadap penguasa. Namun tak jelas hasutan macam  apa dan pemberontakan seperti apa. Semuanya menjadi sumir.

Namun terang atau kabur tuntutan jaksa bukan soal bagi Bung Karno.Toh melalui sidang itu nanti ia punya satu momen untuk melepas uneg-uneg yang selama itu terpendam dalam “kawah candradimuka“ istilah Soekarno waktu itu.

Kedua orang ini dan tentu juga pengunjung sidang yang lain akhirnya dibuat tak berkutik oleh Soekarno. Mereka dipaksa menyimak rangkaian kata dan kalimat si-Bung yang penuh api dan gelora. “Maaflah tuan-tuan Hakim, kalau kami dalam pidato ini minta tuan-tuan punya perhatian sampai berjam-jam lamanya. Maaflah pula kalau kami di sana sini mendalilkan beberapa dalil dari beberpa buku“ ujarnya mengayun kata.

Kutipan dalil dari sejumlah literatur itu menurut Soekarno sangat penting. ”Untuk membuktikan ucapan terutama yang pahit dan getir, bukanlah isapan jempol kami sendiri” kata Bung Karno. Pembelaan itu pada akhirnya menjadi semacam teriakan ketidakpuasan pada penguasa Kolonial Belanda. Soekarno tak hanya membela tapi ia juga menggugat.

Pembelaan panjang Soekarno itu yang saya dalam buku “Indonesia Menggugat” memang tidak datang dari ruang hampa.ratusan literatur pakar dari beragam disiplin ilmu yang dia baca, dikutipnya hari itu. Ia misalnya mengutuk sifat Imperialisme Belanda yang dalam kata-kata Bung Karno sebagai suatu nafsu mengusai atau mempengaruhi ekonomi bangsa lain. ”Terutama di dalam sifatnya mempengaruhi rumah tangga bangsa lain, Imperialisme jaman sekarang sama berbuahkan kemelaratan” ujarnya mengutip Pieter Jelles Toelstra, seorang sosialis Belanda.

Bahkan tak Cuma itu, barisan pakar aneka disiplin ilmu dari berbagai negara diboyongnya ke ruang sidang : Brailsford, Van Kol Henri Hubert, Otto Bauer, Rudolf Hiferding dan banyak lagi.Yang jadi soal kemudian, bagaimana Soekarno membaca semua itu dengan baik ditengah kondisi tanah air yang kala itu sedang bergelota ?

Jawabnya mungkin : karena Soekarno lahir dan dibesarkan di tengah kancah pergerakan nasional yang berjuang untuk membebaskan diri dari belenggu Kolonial. Ciri khas Soekarno yang lain adalah bahwa dia memang mencintai ilmu pengetahuan sampai ke tulang sum-sumnya.

Satu hal yang menarik dalam sidang itu bahwa pengadilan berlangsung bersih. Bebas dari tekanan dan intimidasi. Dengan kata lain, semangat demokrasi sangat dijunjung tinggi dalam pengadialn Konial ini. Seseorang berhak membela diri. Bahkan menghujat lawan merupakan hal jamak dalam ruang sidang. Sekalipun terdakwanya seorang pribumi. Apa jadinya bila gaya membela diri ala Soekarno di pengadilan Kolonial Bandung itu kita adopsi dalam ruang sidang pengadilan sekarang ini ?

Entry Filed under: ARTIKEL. .

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Datang

Foto006QrtArsyad Salam, Arsyad, orang biasa, rakyat jelata. Arsyad lelaki beristri satu hobi menulis dan membaca... tinggal di Kendari-Sulawesi Tenggara. Arsyad adalah Humas Sekretariat DPRD. Saat ini bekerja di Sekretariat Daerah Sulawesi Tenggara..

Blog ini juga bisa diakses di sini

Screenshot - Copy23

TOELISAN LAINNJA

Arsip

JANG DJADI ROEDJOEKAN

SEDJAWAT BLOGGER

TAOETAN LAINNJA

Kategori

KOMENTATOR

Arthur Sianturi di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
ORANG CANTIK SEDUNIA di Lulo dan Problemanya
machmoer wong cerbon… di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
wong cerbond kanci di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
Agus Suhanto di Tentang Para Sahabat
donkoping di Prita dan Manohara
three di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
hanyakomar di Prita dan Manohara
Capunk di Lulo dan Problemanya
Team Assalaam di Prita dan Manohara
Andy di Prita dan Manohara
Ono Gosip di Prita dan Manohara
Andra di Antara Blogspot dan WordP…
SeR4Y4 LeWat di boekoe tamoe
SeR4Y4 LeWat di SAYA