Mengapa Gibran Dikagumi?
Januari 10, 2008
Gibran Khalil Gibran adalah oase di tengah ladang tandus cinta kasih nan kering kerontang. Orang Yahudi kelahiran Besshari Lebanon 6 Januari 1883 ini mungkin merupakan satu-satunya penulis yang menjadi bahan perdebatan seru para ahli multi bidang hingga hari ini.
Sastra yang diusungnya ibarat kilat bersabung dalam rimba raya. Dikecam sekaligus dirindukan. Tulisan-tulisannya disinyalir merupakan pencerahan sufisme, metafisika dan kidung cinta sekaligus, meskipun tak jelas benar agama yang dianutnya. Gibran sendiri menurut pengakuannya merindukan agama yang bisa menjadi panutannya: agama cinta kasih. Jadi ia tak beragama. Orang besar.
The Enening Transkrip pada 19 Maret 1927 menanggapi tulisan-tulisan Gibran dalam satu kalimat singkat: ”Kahlil Gibran nampak seperti perpaduan yang indah antara Tagore, Nietzsche dan Sigmund Freud”.
Mengapa karya-karya Gibran banyak diperdebatkan?. Saya juga tak tahu. Ahli sastra yang pandai mungkin bisa menjawabnya. Yang jelas pengagum Gibran kian bertambah banyak, sampai-sampai orang juga salah menulis namanya. Seharusnya Gibran Khalil Gibran. Bukan Kahlil Gibran seperti tertera pada sampul-sampul buku yang beredar di sini.
Mengapa banyak orang terpesona pada Gibran setelah membaca karyanya? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh para pembaca Gibran sendiri. Saya sendiri berpendapat kira-kira begini:
Membaca karya-karya Gibran khususnya Cinta, Keindahan, Kesunyian dengan penghayatan yang baik niscaya kita merasa tak berpijak di bumi, melainkan di negeri antah berantah yang penuh dengan cahaya kilau putih yang aneh. Paling kurang ia memberikan satu cita rasa tersendiri yang entah kenapa saya juga sulit menjelaskannya.
Buku tersebut di atas berisi kumpulan tulisan-tulisan Gibran yang telah dibukukan sebelumnya antara lain Tujuh Diri, Maria Magdalena, Biarkan Aku Pergi Dalam Damai, Serta Sayap-Sayap Cinta. Satu kalimat yang paling saya ingat dalam Sayap-Sayap Cinta adalah ”Cinta ibarat burung yang indah, ingin ditangkap tapi menolak disakiti”.
Jadi bacalah..(**)
Entry Filed under: TINJAUAN BUKU. .
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
Pengelola Blog ini namanja Arsjad Salam. Sedjak dahoeloe hingga sekarang bertempat tinggal di Kendari. Dengan roepa-roepa tjara tetap beroesaha sekoeat daripada tenaga, semampoe bisa teroes menoelis apa sahadja jang dirasa perloe diketahoei orang ramai. Dia orang ini berfikir sematjam penoelis zaman lampaoe jang tadjam dia poenja pena, padahal tidaklah elok benar dia poenja toelisan. Dia orang jang poenja blog ini hanja menoelis biasa sahadja selakoe penoelis lainnja. Menoelis tentang segala matjam warta. Oetama sekali jang boeroek-boeroek, jang miring-miring, yang membikin kita ditjap penoelis jang seronok dan gelaran boesoek lainnja. Pengelola jang mana daripada blog ini masih dalam tahapan belajar sadja lagi, oentoek menghantar kita semoea kepada kepandaijan jang berotak manoesia, berboedi loehoer dan berakhlaq moelia. Marilah kita orang semoea teroes kibarkan pandji-pandji dan semangat blogger jang baik , jang positif zonder sjak wasangka ataoe rasa coeriga terhadap kepada pihak lain. Hendaklah kita orang semoea djangan loepa agar soepaja kita senantiasa berfikir lajaknja orang-orang jang berfikir merdeka.
1.
IQNOS | Mei 22, 2008 at 2:28 pm
COBA ANDA PAHAMI LAGI.
GIBRAN BUKANLAH SEORANG PENYAIR.
TAPI DIALAH SENDIRI SYAIRNYA.