Ketika Napi Pimpin PSSI
Februari 9, 2008
Dua hari lalu, seorang suporter Jakmania tewas setelah rusuh usai pertandingan bola di Gelora Bung Karno. Saat diwawancara sebuah TV Swasta, koordinator Jakmania mengatakan kematian itu adalah hal yang wajar didunia sepakbola. Di Inggris katanya pula kematian suporter fanatik dianggap hal yang lumrah.
Menurut saya komentar seperti ini menunjukkan bahwa koordinator Jakmania itu mungkin adalah manusia paling goblok sejagat. Kematian dianggap wajar? Logika apa yang dipakainya? Kematian itu adalah cermin kekerdilan kita dalam sport khususnya dalam sepakbola. Carut marut sepakbola kita memang lantaran banyak hal di antaranya mental pengurus, pemerintah dan suporter. Maka dunia sepakbola kita identik dengan kriminal, rusuh dan praktek-praktek yang tak masuk akal.
Dengan dipimpin seorang kriminal sekaliber Nurdin Halid, gimana PSSI mau maju. Kalau suporter jadi kriminal itu karena sang ketuanya adalah penjahat kelas kakap.
Kita juga heran kok orang mau saja dipimpin dari jeruji besi seperti itu. Dengan kata lain selama PSSI masih dipimpin oleh kriminal jangan mimpi prestasi sepakbola kita akan berubah. Yakinlah..
Entry Filed under: OLAHRAGA. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

Pengelola Blog ini namanja Arsjad Salam. Sedjak dahoeloe hingga sekarang bertempat tinggal di Kendari. Dengan roepa-roepa tjara tetap beroesaha sekoeat daripada tenaga, semampoe bisa teroes menoelis apa sahadja jang dirasa perloe diketahoei orang ramai. Dia orang ini berfikir sematjam penoelis zaman lampaoe jang tadjam dia poenja pena, padahal tidaklah elok benar dia poenja toelisan. Dia orang jang poenja blog ini hanja menoelis biasa sahadja selakoe penoelis lainnja. Menoelis tentang segala matjam warta. Oetama sekali jang boeroek-boeroek, jang miring-miring, yang membikin kita ditjap penoelis jang seronok dan gelaran boesoek lainnja. Pengelola jang mana daripada blog ini masih dalam tahapan belajar sadja lagi, oentoek menghantar kita semoea kepada kepandaijan jang berotak manoesia, berboedi loehoer dan berakhlaq moelia. Marilah kita orang semoea teroes kibarkan pandji-pandji dan semangat blogger jang baik , jang positif zonder sjak wasangka ataoe rasa coeriga terhadap kepada pihak lain. Hendaklah kita orang semoea djangan loepa agar soepaja kita senantiasa berfikir lajaknja orang-orang jang berfikir merdeka.
1.
BiE | Februari 9, 2008 at 1:57 pm
ketika napi memimpin PSSI, yang terjadi adalah kerusuhan antar suporter. Yah kalo pemimpinnya aja kriminil gimana yang dibawahnya hehehe… tapi ga semua sie, masih ada kok suporter yang punya etika ketika menyaksikan pertandingan sepak bola
2.
Ecko | Februari 10, 2008 at 9:05 pm
Beginilah akhirnya wajah persepakbolaan Indonesia. Masa iya ada kompetisi yg panjangnya 12 bulan tepat dan finalnya dilaksanakan tanpa penonton? What a crazy league! Anyway, thanks ya udah mampir. SEbagai ungkapan terima kasih, blog ini sudah aku link lho.
Salam,
3.
wing | Februari 12, 2008 at 4:20 pm
Lha yang heran, PSSI aja tidak takut sama FIFA..!!! Dengan alasan, kita sudah jelaskan masalahnya ke federasi sepakbola Asia. Oh, betapa keras kepalanya orang2 PSSI. Kalau saya jadi pengurus PSSI, masyarakat Indonesia akan lebih tertarik pada sepakbola daripada ngributin pilkada!