Posts filed under 'Aneka'

Jadi Blogger atau…………

Memilih atau menetapkan pilihan pada segala sesuatu tentu mengandung sebuah konsekwensi. Menetapkan pilihan oleh karena itu adalah bersedia dan waspada akan konsekwensi atas pilihan itu.

Pada galibnya, memilih adalah proses menakar sesuatu dari segala segi, termasuk sisi yang paling menukik dari banyaknya alternatif pilihan. Semua harus ditimbang baik segi positif terlebih lebih segi negatif diantara semua pilihan yang ada di depan kita. Termasuk adanya proteksi atas efek negatif dari pilihan kita itu nantinya.

Demikian pula halnya bila kita menjatuhkan pilihan dan memilih menjadi blogger. Ada puluhan penjelasan yang bisa dikemukakan mengapa kita memilih menjadi mahluk penggila web catatan pribadi ini. Ada yang sekadar mengemukakan isi hati, ide-ide, catatan keluarga, ajang komunikasi, curhat, perkenalan dan lain sebagainya. Ada pula yang ingin naik gengsi, naik status.

Walhasil dengan rupa-rupa tujuan seperti itu, menjadi blogger tentu juga membawa konsekswensi lain seperti adanya ketersediaan waktu kita di depan komputer. Tersedianya anggaran atau dana untuk berinternet (karena internet di Indonesia masih banyak yg belum gratis). Tersedianya perangkat komputer (atau laptop dan sejenisnya) yang ingin berinternet secara mobile.

Nah mengenai manfaat menjadi blogger, tentu hanya para blogger sendiri yang tahu lantaran merekalah sang pelaku utama dunia komunikasi yang satu ini. Apa komentar mereka dengan menjadi blogger??? Kita tunggu saja (**)

2 comments Januari 5, 2009

Palestina nan Teraniaya

Malang nian nasib Palestina. Negeri para Nabi ini seperti dicakar sejarah. Tak ada lagi kegembiraan dan keceriaan warganya. Yang ada hanyalah kesedihan, marah, kecewa dan mengutuki nasib baik yang tak berpihak pada mereka. Yang tersisa hanyalah puing-puing kehancuran. Luluh lantak dihantam torpedo Israel yang membabi buta ibarat monster yang datang dalam mimpi-mimpi kita.

Ya.. mengapa Palestina terus mengalami derita panjang? Dan mengapa pula Israel tak henti-hentinya membikin ulah? Israel dengan pongah terus bertindak semaunya karena kuasa dan bekingan Amerika.

Menurut salah seorang blogger, riwayat Palestina-Israel adalah ibarat nujum yang kelam. Punya akar kuat dalam soal agama dan identitas. Pada saat itulah kita tahu bahwa Palestina-Israel punya hubungan suram sejak awal. Sejak agama-agama lahir di sana. (**)

2 comments Desember 31, 2008

Perpustakaan yang Menyedihkan

Kemarin aku ke perpustakaan dan melihat-lihat buku di bagian sastra. Aku tak melihat ada buku baru di sana. Yang ada Cuma buku-buku yang itu-itu juga. Buku-buku yang sudah kumal, lecek dan layu lantaran keseringan dipinjam. Aku tak melihat ada novel baru di sana.
Beberapa hari sebelumnya saya masih lihat ada Seratus Tahun Kesunyiannya Gabriel Garzia Marquez. Tapi ia tak lagi kini. Atau Bumi Manusianya Paramoedya, Kebangkitannya Leo Tolstoi.
Melihat koleksi buku seperti ini saya jadi sedih, betapa miskinnya wawasan kita akan kesusastraan. Betapa tandusnya alam pikiran kita akan manusia dan kemanusiaan. Humanisme.
Yang banyak dipinjam justru buku-buku ringan semacam roman picisan atau komik serta Mati Ketawa Ala Rusia. Atau Sehat Bugar dengan Mudah. Yang laris adalah buku-buku mengenai kesehatan tubuh, percintaan dan cara melihat peluang di masa datang. Semacam primbon di zaman moderen.
Saya terus memandang deretan buku-buku yang jumlahnya tak seberapa itu. Pembaca atau peminjam memilih buku yang dia suka.
Sayup sayup di kejauhan aku dengar suara tv menyiarkan penyerangan Israel atas Palestina…
Astagfirullah halaziimm .. (*)

1 comment Desember 30, 2008

Mati Murah Ala Indonesia

Anda ingin mati tapi tak ada biaya? Datang saja ke Indonesia. Di negeri ini biaya untuk menjemput ajal alias sang maut tak lebih dari Rp 30.000. Tak percaya? Tengok saja kasus pembagian zakat di Pasuruan belum lama lalu. Saat itu 21 orang menjemput ajal dengan cara unik dan mungkin satu-satunya di dunia: Mati kehabisan nafas akibat berdesakan di antara ribuan orang memperebutkan uang yang tak seberapa itu.

Pemandangan yang sungguh memiriskan hati lantaran kejadian ini menunjukkan dengan terang benderang bahwa betapa miskinnya masyarakat kita hingga rela berjibaku demi uang receh yang secuil jumlahnya ini.

Saya membayangkan apa kira-kira yang ada dalam pikiran presiden saat menonton tayangan kejadian itu di TV.Mungkin dia juga turut sedih, dongkol, sakit hati,. Tapi masihkah presiden dan petinggi negeri yang katanya gemah ripah loh jenawi ini punya rasa malu? Rasa malu terhadap Indonesia, negerinya sendiri?

Kejadian di atas juga menunjukkan bahwa masalah yang berkaitan dengan sumbang-menyumbang ala negeri kita tak lepas dari kompleksnya setback masalah itu. Ada ketidakpercayaan terhadap pemerintah beserta aparatnya. Mungkin ada juga sikap riak para dermawan penyumbang zakat. Haji Syaikon mungkin berniat luhur tapi mungkin juga tidak. Seandainya cara bagi zakat itu di atur dengan rapid an tak menumpuk di rumahnya mungkin kejadian ini tak akan terjadi. Tapi yah. Itu tadi, kembali kepada niat sang pembagi zakat.

Kembali pada soal murahnya ongkos mati di negeri kita. Hampir seluruh kejadian mati secara massal merupakan akibat langsung dari salah urus terhadap beberapa masalah yang sudah akut sejak dulu. Tentu termasuk di dalamnya penyakit kronis bernama korupsi. Jembatan wisata putus, puluhan orang mati. Kereta api ambruk puluhan orang tewas. Gedung sekolah roboh, puluhan anak-anak tertimpa reruntuhan gedung. Pesawat jatuh puluhan penumpang tak selamat. Kejadian kejadian ini membuktikan gawatnya soal manajemen di negeri kita. Dan para pengelola manajemen negeri ini tentu tak bisa berdalih bahwa mereka juga manusia. Jangan pernah menggunakan unsur terlemah manusia yakni kekurangan sebagai alasan pembenaran tentang semua persoalan yang terjadi. Mengapa orang Singapura mampu membuat bandara Changi, sebuah bandara tercanggih dan paling rapi di dunia? Dan mengapa kita hanya mampu bikin Cengkareng yang tampak seperti terminal yang penuh calo dan preman?

Tapi tak apalah. Yangh jelas banyak orang yang mati dengan ongkos murah. Lalu siapa berani menjamin bahwa persoalan serupa tak akan terjadi lagi? walllahu alambissawab

5 comments September 27, 2008

Next Posts Previous Posts


Jang Mana Daripada Blog Ini

arsyad1 Pengelola Blog ini namanja Arsjad Salam. Sedjak dahoeloe hingga sekarang bertempat tinggal di Kendari. Dengan roepa-roepa tjara tetap beroesaha sekoeat daripada tenaga, semampoe bisa teroes menoelis apa sahadja jang dirasa perloe diketahoei orang ramai. Dia orang ini berfikir sematjam penoelis zaman lampaoe jang tadjam dia poenja pena, padahal tidaklah elok benar dia poenja toelisan. Dia orang jang poenja blog ini hanja menoelis biasa sahadja selakoe penoelis lainnja. Menoelis tentang segala matjam warta. Oetama sekali jang boeroek-boeroek, jang miring-miring, yang membikin kita ditjap penoelis jang seronok dan gelaran boesoek lainnja. Pengelola jang mana daripada blog ini masih dalam tahapan belajar sadja lagi, oentoek menghantar kita semoea kepada kepandaijan jang berotak manoesia, berboedi loehoer dan berakhlaq moelia. Marilah kita orang semoea teroes kibarkan pandji-pandji dan semangat blogger jang baik , jang positif zonder sjak wasangka ataoe rasa coeriga terhadap kepada pihak lain. Hendaklah kita orang semoea djangan loepa agar soepaja kita senantiasa berfikir lajaknja orang-orang jang berfikir merdeka.

TOELISAN LAINNJA

Arsip

JANG DJADI ROEDJOEKAN

SEDJAWAT BLOGGER

TAOETAN LAINNJA

Kategori

KOMENTATOR

keyarema di Ayo Malaysia, Klaim Ini Kalo…
Arthur Sianturi di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
ORANG CANTIK SEDUNIA di Lulo dan Problemanya
machmoer wong cerbon… di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
wong cerbond kanci di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
Agus Suhanto di Tentang Para Sahabat
donkoping di Prita dan Manohara
three di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
hanyakomar di Prita dan Manohara
Capunk di Lulo dan Problemanya
Team Assalaam di Prita dan Manohara
Andy di Prita dan Manohara
Ono Gosip di Prita dan Manohara
Andra di Antara Blogspot dan WordP…
SeR4Y4 LeWat di boekoe tamoe

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=joCnKrjjL9o&hl=en_US&fs=1&]