Posts filed under 'ARTIKEL'

Korban Gempa Pulau Meniu Mengungsi di Kapal

Add comment Oktober 22, 2009

Ah . . . .Vosmaer Baai

Teluk_Kendari

Karna banya’nya limbah tertumpah di laut

seperti minyak tanah, solar, oli apa

Kalimat itu sering terdengar di Kendari TV dan sangat populer di masyarakat Kota Kendari beberapa waktu lalu yang di ucapkan seorang lelaki paruh baya dan isinya menanggapi rusaknya Teluk Kendari. Meskipun kalimat itu telah diulang ulang ratusan kali namun tak ada perubahan berarti dalam penanganan kerusakan Teluk Kendari. Apa dan siapa itu Teluk Kendari? Begini ceritanya.

Syahdan tersebutlah seorang lelaki bernama Jan Nicolas Vosmaer. Dia adalah jenderal Belanda yang melakukan ekspansi kekuasaan ke wilayah timur Indonesia, termasuk Sulawesi. Pada tanggal 9 Mei 1831, pria ini tiba di teluk kendari yang saat itu memang belum memiliki nama. Setelah melakukan beberapa kali peninjauan, ia dan pasukannya lantas sepakat memberi nama teluk kendari yang saat itu masih asri dengan  namanya sendiri yakni Vosmaers Baai alias Teluk Vosmaer. Inilah cikal bakal ditemukannya teluk Kendari. Bahkan tanggal pendaratan pasukan Vosmaer 9 Mei dijadikan sebagai hari lahir Kota Kendari.

Sejak saat itu, Teluk Kendari telah menjadi ikon Kota ini.  Keberadaan Teluk Kendari ditinjau dari sisi sosial sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar khususnya para nelayan yang bisa mencari ikan di area ini. Dengan luas perairan sekitar hampir 18 km2 dan panjang garis pantai hampir 86 km,  Teluk Kendari memiliki berjuta potensi yang unik untuk dikelola. Tapi itu dulu, waktu teluk belum lagi mengalami degradasi seperti sekarang. Dulu waktu teluk masih terpelihara, jangankan ikan, warga bisa mengambil hasil laut apa saja di sana lantaran kondisinya masih bagus. Banyak jenis kerang bakau dan kepiting yang selalu dicari masyarakat untuk dikonsumsi.

Sekarang teluk Kendari telah berubah fungsi. Dari tempat mencari hasil laut oleh masyarakat menjadi tempat pembuangan sampah paling besar dan fantastis. Mungkin satu-satunya di Indonesia. Jika melihat kondisi teluk ini sekarang kita akan prihatin karena telah mengalami pendangkalan yang parah.

Perkembangan penduduk dan kemajuan Kota Kendari membawa konsekwensi lain yakni kesemrawutan kota yang kian tak terkendali. Sampah berserakan di mana-mana, drainase tak berfungsi, tata kota yang semrawut dan pemerintah kelihatannya putus asa mengatasi hal ini.  Sementara itu, ada pemeo di masyarakat buat apa buang sampah jauh-jauh kalau yang dekat juga ada. Yang dekat tentu saja adalah Teluk Kendari. Pemeo yang sangat menyesatkan.

Memang bukannya tak ada upaya perbaikan sama sekali. Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) telah berupaya menyelamatkan teluk ini dari kehancuran. Namun hasilnya : nol.

Ada sinyalemen beberapa kalangan bahwa percepatan pendangkalan teluk merupakan akibat dari penggundulan hutan yang ada dalam kota. Akibat penggundulan tersebut terjadilah erosi kala hujan turun dan membawa gumpalan tanah dan pasir menuju teluk. Selain itu, sampah yang bertumpuk dalam teluk juga kian memperburuk keadaan. Akibatnya bisa di duga, selain cepat mengalami pendangkalan, teluk juga menjadi pembuangan sampah oleh warga setempat yang tak mau ambil pusing dengan keadaan sekitar.

Melihat krisis Teluk ini sekarang, Pemerintah Kota Kendari mencoba satu solusi yang disarankan banyak pihak yakni pengerukan. Perencanaan sudah dibikin. Anggaran sudah disediakan. Pengerukan telah dilakukan. Tapi lagi lagi terbentur pada ketidak seriusan untuk mengembalikan Teluk Kendari ke zaman Vosmaer. Mesin pengeruk tampak menganggur seperti besi tua yang siap dikilo. Padahal mesin penghisap lumpur itu telah menelan biaya yang tidak sedikit. Dengan kata lain, Pemerintah Kota memang tampaknya tak serius melihat kerusakan teluk ini.

Sekarang sudah saatnya kita semua mengambil langkah ekstrim demi penyelamatan ikon kota tersebut.  Selain melanjutkan pengerukan secepatnya, kita juga melakukan  penanaman kembali pohon bakau dan mangrove di sekitar teluk serta sosialisasi yang komprehensif kepada masyarakat tentang larangan membuang sampah di teluk ini. Jika tidak maka jangan heran jika nama Teluk Kendari kelak tinggal menjadi dongeng pengantar tidur bagi anak cucu kita.

Dan entah apa kata  Jenderal Vosmaer andai melihat kondisi Teluk Kendari sekarang. Mungkin ia juga akan sedih. (**)

Add comment September 8, 2009

Tentang Para Sahabat

IMG_1408IMG_1409

Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara 16 Agustus 2009

Puluhan Kepala Desa dan pelajar SLTA duduk berbaris dengan rapi. Para Kades menggunakan stelan batik sedangkan pelajar memakai baju seragam abu-abu. Deretan kursi mereka  memang sengaja dipisahkan dengan para tamu yang lain. Mereka hadir  menyaksikan pengukuhan  Paskibraka di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara.

Tapi mereka bukanlah tamu biasa. Bahkan dapat dikatakan bahwa hari itu mereka sebenarnya adalah tuan rumah. Selama sepekan menjelang perayaan agustus itu mereka menginap di rumah jabatan dan menjadi tamu kehormatan gubernur. Mereka inilah para sahabat gubernur

Di banding dengan nama nama para undangan yang mayoritas adalah pejabat pemda, penyebutan istilah sahabat dalam acara resmi  seperti ini memiliki makna yang berbeda. Berbeda lantaran selama ini para pejabat kita tak pernah memasukkan kosa kata sahabat dalam susunan acara apapun juga. Yang lazim terdengar adalah  Ketua DPRD, unsur  Muspida, Danrem, Rektor dan lain sebagainya.

Penggunaan kata sahabat Gubernur  mau tak mau memancing minat orang untuk bertanya lebih lanjut : siapakah mereka itu? Mereka adalah 15 Kepala Desa terbaik Sulawesi Tenggara tahun ini. Serta 24 pelajar SLTA berprestasi se Sulawesi Tenggara. Dan Gubernur Nur Alam menggandeng  mereka ini menjadi  sahabat beliau.

Mendapat kehormatan menjadi sahabat gubernur adalah hal yang sungguh luar biasa bagi para kades dan pelajar terpilih ini. Bukan apa-apa, dari jutaan penduduk Sulawesi Tenggara, hanya merekalah yang berhak menyandang gelar sahabat gubernur.  Mereka bangga lantaran tak semua orang bisa menjadi sahabat gubernur. Untuk meraih predikat itu mereka bekerja dan mengabdikan diri untuk masyarakat di tempat mereka masing-masing. Para pelajar juga demikian. Predikat pelajar terbaik yang mereka sandang tak datang dari ruang hampa, tapi melalui proses belajar yang keras dan sungguh-sungguh.

Dan Gubernur Nur Alam ternyata memang tak main main dalam memperlakukan para sahabatnya itu. Beliau menjamu para Kades dan pelajar tersebut layaknya menjamu teman sejati yang datang dari jauh. Selain menginap di rumah jabatan, mereka juga diajak berkeliling di Kota Kendari bersama gubernur sendiri. Tak cukup hanya itu, Gubernur akhirnya mengajak para sahabatnya ini ke Jakarta. Ke ibukota Negara. Suatu pengalaman  yang tak akan terlupakan bagi para kades dan pelajar ini seumur hidupnya.

Pemikiran Gubernur Nur Alam untuk menggandeng Kades dan Pelajar terbaik untuk menjadi sahabat, adalah satu ide cemerlang yang jarang terjadi di daerah lain. Yang sering kita dengar adalah pejabat yang menjadi bapak angkat dan bapak asuh.

Penggunaan istilah bapak angkat, sedikit banyak sebenarnya berkonotasi miring. Menjadi bapak  angkat  menunjukkan bahwa mereka yang menjadi anak angkat adalah orang orang yang tak berdaya, lemah, papa, miskin, tak mampu  dan seterusnya dan seterusnya. Mereka sangat mungkin hanya menjadi  obyek suatu pekerjaan. Mereka bukanlah subyek apalagi predikat.

Sementara itu, dengan memakai istilah sahabat berarti timbul suatu pengakuan bahwa gubernur dan para sahabatnya itu punya kedudukan setara dan seimbang dalam membangun hubungan dan komunikasi. Merekalah kawan dekat gubernur, teman karib yang tersebar di seluruh pelosok Bumi Anoa.

Ada beberapa hikmah yang bisa menjadi renungan bagi kita semua tentang ide gubernur untuk merangkul orang-orang berprestasi ini dengan menggandeng mereka menjadi sahabat beliau.

Pertama,   dengan ide cerdas seperti ini, Gubernur Nur Alam ingin menjunjukkan kepada rakyat bahwa jabatan gubernur bukanlah suatu menara gading yang tak dapat bersentuhan dengan orang ramai. Selama ini ada kesan bahwa jabatan gubernur adalah sesuatu yang sakral, keramat dan  angker di mata orang banyak. Jangankan mengiinap di rumah gubernur seperti ini, untuk bertemu gubernur saja susahnya minta ampun. Sepulangnya ke kampung masing-masing, para Kades tersebut pasti akan menceritakan pengalamannya selama menjadi tamu kehormatan gubernur. Ini akan sangat efektif membantu sosialisasi program-program pemerintah daerah di pelosok pelosok terpencil.

Kedua, dengan model pendekatan seperti ini, akan menjadi dorongan bagi para Kades dan pelajar lain untuk untuk terus berpacu dalam bekerja dan belajar sungguh-sungguh untuk kemajuan diri sendiri, masyarakat dan daerah. Masyarakat, khususnya para kepala desa dan pelajar SLTA akan kian tertantang untuk bisa  mendapat kehormatan menjadi sahabat gubernur di masa yang akan datang.

1 comment Agustus 23, 2009

Prita dan Manohara

Dua Kasus, Dua Persepsi

Prita Mulyasari adalah perempuan biasa. Ibu dua orang anak yang masih kecil. Suami seorang lelaki sederhana yang merasa dipermainkan nasibnya oleh sebuah rumah sakit bertaraf internasional di Tangerang.

Beritanya sudah dilansir oleh hampir semua media termasuk di beberapa blog tenar seperti Pecas Ndahe serta sejumlah milis.

Prita adalah warga negara yang sadar benar akan hak-haknya untuk mendapatkan pelayanan yang baik, yang layak dari sebuah institusi pelayanan publik. Dan mengapa kekecewaan atas buruknya pelayanan yang dia terima dan ditulisnya dalam bentuk surat elektronik justru dipersoalkan oleh sebuah rumah sakit atas nama “pencemaran nama baik”?. Begitu gemilangkah prestasi layanan kesehatan rumah sakit Omni hingga harus memperjuangkan nama baiknya dipulihkan?

Saya tak tahu. Bahkan nama rumah sakit Omni pun baru kali ini saya dengar. Setahu saya selama ini rumah sakit terkenal di Jakarta hanyalah RS Fatmawati dan RS Pertamina lantaran banyak pejabat yang berobat di sana. Dan Omni? Saya belum mendengar siaran melalui media bahwa ada orang-orang penting yang berobat di rumah sakit ini.

Kasus Prita bagaimanapun juga harus kita apresiasi dan harus mendapat advokasi khususnya para aktifis kekebasan mengemukakan pendapat. Kenapa? karena kasus ini telah menunjukkan kepada kita bahwa tak semua institusi pelayanan publik siap menerima kritik dari orang ramai. Dan tak tertutup kemungkinan kasus semacam ini akan terjadi pada kita.. para blogger yang selama ini getol menulis mengenai penyimpangan pelayanan umum.

Manohara
Advokasi atau cari sensasi?

Lain Prita, lain pula Manohara. Perempuan cantik yang juga istri Sultan Kelantan ini lari dari “sangkar emasnya” di Malaysia. Dan media pun menyorot dia bagai pahlawan yang baru pulang dari kancah perang yang ganas.

Kasus Manohara adalah alamat bahwa tak semua perempuan siap menjadi istri raja. Menjadi permaisuri memang berat : harus siap mengikuti aturan protokoler kerajaan. Untuk duduk menjadi sang istri raja harus melalui tempaan keras, pendidikan ala kesultanan yang ketat dan serba diatur. Kita tak bisa seenaknya mengatur, bahkan untuk diri sendiri sekalipun.

Nah, dalam usia yang masih begitu muda, Manohara tiba-tiba harus mengikuti aturan yang serba ketat itu. pasti mentalnya tak kuat. Mungkin saat jatuh cinta pada sang pangeran dulu, dia tak pernah berpikir bahwa menjadi istri raja tidaklah ringan.

Sorotan media terhadap kasusnya juga terasa berlebihan. Manohara ke mana-mana bersama ibunya bak artis terkenal saja. Katanya dia lari karena dianiaya suaminya. Tapi tak sedikitpun saya liat ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya..
Jadi? Benarkah Manohara adalah korban KDRT? Atau hanya sekedar cari sensasi saja? Berita terakhir yang saya dengar, pengacara kondang yang turut membela Manohara, OC Kaligis menyatakan mengundurkan diri lantaran tak ada inisiatif Manohara untuk mempercepat visum et repertum. “Malah dia road show ke televisi bersama ibunya” kata Kaligis kecewa.

5 comments Juni 6, 2009

Previous Posts


Selamat Datang

Foto006QrtArsyad Salam, Arsyad, orang biasa, rakyat jelata. Arsyad lelaki beristri satu hobi menulis dan membaca... tinggal di Kendari-Sulawesi Tenggara. Arsyad adalah Humas Sekretariat DPRD. Saat ini bekerja di Sekretariat Daerah Sulawesi Tenggara..

Blog ini juga bisa diakses di sini

Screenshot - Copy23

TOELISAN LAINNJA

Arsip

JANG DJADI ROEDJOEKAN

SEDJAWAT BLOGGER

TAOETAN LAINNJA

Kategori

KOMENTATOR

Arthur Sianturi di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
ORANG CANTIK SEDUNIA di Lulo dan Problemanya
machmoer wong cerbon… di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
wong cerbond kanci di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
Agus Suhanto di Tentang Para Sahabat
donkoping di Prita dan Manohara
three di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
hanyakomar di Prita dan Manohara
Capunk di Lulo dan Problemanya
Team Assalaam di Prita dan Manohara
Andy di Prita dan Manohara
Ono Gosip di Prita dan Manohara
Andra di Antara Blogspot dan WordP…
SeR4Y4 LeWat di boekoe tamoe
SeR4Y4 LeWat di SAYA