Posts filed under 'CURHAT'

Gedung Kendari Teater

Dulu Putar Film, Sekarang Putar Caleg

kendari-teater12

Jika anda adalah warga Kota Kendari pasti tahu yang namanya gedung Kendari Teater. Di tahun 80-an dulu  gedung ini merupakan pusat hiburan dan barometer keramaian Kota Kendari. Letaknya yang strategis (tepat di kompleks pelabuhan) menjadikan Kendari Teater sebagai  tempat hiburan  paling laris dan  padat pengunjung.  Saat itu Kerndari Teater adalah satu-satunya bioskop layar lebar di Kota ini. Pengunjung membludak, pemilik gedung panen rupiah dari para penonton yang berjubel memberi karcis tanda masuk.

Tapi itu dulu. Sekarang?

Sekarang gedung ini telah beralih fungsi. Dari tempat pemutaranh film menjadi tempat pemutaran baliho para calon anggota legislatif. Dikatakan pemutaran baliho lantaran baliho baliho itu sepertinya digantung secara bergilir. Bulan ini baliho di pulan. Bulan depan baliho si badu dan seterusnya. Maka jadilah gedung Kendari  Teater sebagai sarana kampanye para politisi lokal.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan baliho-baliho itu. Keadaan juga yang membuat bekas bioskop ini jadi seperti sekarang.

Gedung ini mulai ditinggalkan orang  ketika media informasi dan hiburan mengalami perkembangan yang demikian pesatnya.  Perkembangan dunia hiburan yang begitu cepat menjadikan bioskop sebagai tempat hiburan yang tidak lagi masuk perhitungan daftar pilihan tempat hiburan masyarakat.  Orang toh bisa menikmati tontonan sekelas bioskop di rumah sendiri dengan membeli  televisi layar lebar atau Home Teater . Dengan home teater ini, orang tak perlu lagi berdesakan nonton di gedung.

Di  senjakala hidupnya itu, Kendari Teater terus mengalami pukulan hebat, ditinggalkan penonton karena sering memutar film murahan yang obral seks secara vulgar. Bersamaan dengan itu lahir pula bioskop tandingan yang meniru gaya bioskop-bioskop di Jakarta yakni Hollywood Sineplek.

Kendari Teater pun seperti tenggelam ditelan bumi.  Kalau tak salah sekarang gedung ini menjadi sebuah pub yang dikelilingi panti pijat. Melihat gedung bekas bioskop ini sungguh seperti kita sedang menyaksikan bangkai kapal Titanic.  Setiap kali melihatnya, kita seakan dibawa ke masa silam. Suatu masa ketika bioskop ini masih jaya-jayanya. Ada satpam yang berjaga-jaga. Ada petugas loket yang menjual tiket dan adapula petugas pintu yang mengatur tempat duduk penonton. Dan nun di bagian atas gedung ada operator pemutar film. Entah di mana mereka itu  kini berada.

3 comments Januari 28, 2009

Biar Lambat Asal Santai

Kemarin secara tak sengaja saya bertemu dengan birokrasi Indonesia di sebuah Puskesmas Kecamatan di Kota Kendari. Wajahnya dingin dan kaku. Ia masih seperti dulu: lambat dan santai, serta mengulur waktu dalam menyelesaikan segala urusan yang berkaitan dengan nasib orang ramai.

Wajah birokrasi kiita tampaknya begitu menjengkelkan. Kondisi kerja di Puskesmas itu menunjukkan dengan jelas bagaimana wajah birokrasi kita-meskipun mengkin hanya sebuah aksiden dalam dunia pemerintahan kita yang begitu centang-perenang, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Lambat dan santai adalah dua kosa kata yang selalu dipegang teguh aparat birokrasi kita. Kalau bisa lambat kenapa harus dipercepat? Kalau bisa sulit kenapa harus dipermudah.

Sambil melamun saya duduk di hadapan dokter muda (seorang wanita) yang akan memeriksa saya. Belum lagi sang dokter bertanya ini-itu, telepon genggamnya berdering dan ruang periksa itu kemudian berubah menjadi ruang gossip ala infotainment televisi. Macam-macamlah yang dibahas melalui HP tersebut. Saya perhatikan si dokter sudah lupa kepada pasiennya. Dia lupa bahwa dirinya masih berada di puskesmas. Dia lupa bahwa di luar masih banyak pasien lain yang menunggu diperiksa. Padahal orang begitu ramai dan orang ramai cenderung terdesak waktu dalam berurusan.

Tak puas dengan hanya berhalo-halo sambil duduk, si dokter mulai berdiri dan berbicara dengan si penelepon. Melihat gelagat bicaranya, mungkin sang penelepon adalah pejabat penting (setidaknya ia mungkin adalah Presiden RI). Saya hanya melongo dan bergumam pendek “Dokter, kalau begini kapan pasien akan diurus? . Mendengar ini si dokter segera sadar bahwa dia masih memakai baju dinas dan masih bertugas. Dan dia menjawab ketus, jawaban khas aparat birokrasi “Kalau bapak sudah tidak sabar silakan pergi ke tempat lain”

Sayapun terdiam, tak bicara lagi hingga keluar Puskesmas. Dalam perjalanan pulang, saya tersadar seperti baru terbangun dari mimpi buruk. Mimpi buruk bertemu wajah birokrasi kita. (**)

1 comment Januari 7, 2009

Jadi Blogger atau…………

Memilih atau menetapkan pilihan pada segala sesuatu tentu mengandung sebuah konsekwensi. Menetapkan pilihan oleh karena itu adalah bersedia dan waspada akan konsekwensi atas pilihan itu.

Pada galibnya, memilih adalah proses menakar sesuatu dari segala segi, termasuk sisi yang paling menukik dari banyaknya alternatif pilihan. Semua harus ditimbang baik segi positif terlebih lebih segi negatif diantara semua pilihan yang ada di depan kita. Termasuk adanya proteksi atas efek negatif dari pilihan kita itu nantinya.

Demikian pula halnya bila kita menjatuhkan pilihan dan memilih menjadi blogger. Ada puluhan penjelasan yang bisa dikemukakan mengapa kita memilih menjadi mahluk penggila web catatan pribadi ini. Ada yang sekadar mengemukakan isi hati, ide-ide, catatan keluarga, ajang komunikasi, curhat, perkenalan dan lain sebagainya. Ada pula yang ingin naik gengsi, naik status.

Walhasil dengan rupa-rupa tujuan seperti itu, menjadi blogger tentu juga membawa konsekswensi lain seperti adanya ketersediaan waktu kita di depan komputer. Tersedianya anggaran atau dana untuk berinternet (karena internet di Indonesia masih banyak yg belum gratis). Tersedianya perangkat komputer (atau laptop dan sejenisnya) yang ingin berinternet secara mobile.

Nah mengenai manfaat menjadi blogger, tentu hanya para blogger sendiri yang tahu lantaran merekalah sang pelaku utama dunia komunikasi yang satu ini. Apa komentar mereka dengan menjadi blogger??? Kita tunggu saja (**)

2 comments Januari 5, 2009

Perpustakaan yang Menyedihkan

Kemarin aku ke perpustakaan dan melihat-lihat buku di bagian sastra. Aku tak melihat ada buku baru di sana. Yang ada Cuma buku-buku yang itu-itu juga. Buku-buku yang sudah kumal, lecek dan layu lantaran keseringan dipinjam. Aku tak melihat ada novel baru di sana.
Beberapa hari sebelumnya saya masih lihat ada Seratus Tahun Kesunyiannya Gabriel Garzia Marquez. Tapi ia tak lagi kini. Atau Bumi Manusianya Paramoedya, Kebangkitannya Leo Tolstoi.
Melihat koleksi buku seperti ini saya jadi sedih, betapa miskinnya wawasan kita akan kesusastraan. Betapa tandusnya alam pikiran kita akan manusia dan kemanusiaan. Humanisme.
Yang banyak dipinjam justru buku-buku ringan semacam roman picisan atau komik serta Mati Ketawa Ala Rusia. Atau Sehat Bugar dengan Mudah. Yang laris adalah buku-buku mengenai kesehatan tubuh, percintaan dan cara melihat peluang di masa datang. Semacam primbon di zaman moderen.
Saya terus memandang deretan buku-buku yang jumlahnya tak seberapa itu. Pembaca atau peminjam memilih buku yang dia suka.
Sayup sayup di kejauhan aku dengar suara tv menyiarkan penyerangan Israel atas Palestina…
Astagfirullah halaziimm .. (*)

1 comment Desember 30, 2008

Previous Posts


Selamat Datang

Foto006QrtArsyad Salam, Arsyad, orang biasa, rakyat jelata. Arsyad lelaki beristri satu hobi menulis dan membaca... tinggal di Kendari-Sulawesi Tenggara. Arsyad adalah Humas Sekretariat DPRD. Saat ini bekerja di Sekretariat Daerah Sulawesi Tenggara..

Blog ini juga bisa diakses di sini

Screenshot - Copy23

TOELISAN LAINNJA

Arsip

JANG DJADI ROEDJOEKAN

SEDJAWAT BLOGGER

TAOETAN LAINNJA

Kategori

KOMENTATOR

Arthur Sianturi di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
ORANG CANTIK SEDUNIA di Lulo dan Problemanya
machmoer wong cerbon… di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
wong cerbond kanci di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
Agus Suhanto di Tentang Para Sahabat
donkoping di Prita dan Manohara
three di Babi Ngepet Mati Nabrak T…
hanyakomar di Prita dan Manohara
Capunk di Lulo dan Problemanya
Team Assalaam di Prita dan Manohara
Andy di Prita dan Manohara
Ono Gosip di Prita dan Manohara
Andra di Antara Blogspot dan WordP…
SeR4Y4 LeWat di boekoe tamoe
SeR4Y4 LeWat di SAYA