Posts filed under 'CURHAT'
Tahun Baru Datang, Tahun Lama Berlalu
Panta rei, panta rei (Herakleitus)
Tahun baru kian dekat. Atau tahun lama yang kian menjauh?. Nafas pergantian tahun telah tampak begitu rupa di mana-mana. Ada yang berencana membuat serangkaian kegiatan menyambut datangnya hari baru tersebut. Namun ada juga yang cuma bisa merenung, apakah tahun yang lewat itu memang benar-benar pergi. Tak ada yang menjamin hal ini, lantaran pergantian tahun hanyalah almanak yang dibuat manusia untuk mempermudah menghitung waktu.
Jadi, manakah yang lebih tepat sebenarnya apakah setiap waktu umur kita terus bertambah atau berkurang? Bagaimana menghitungnya? Pertanyaan seperti ini jarang kita pikirkan. Membahasnya apalagi. Kita selalu terjebak pada rutinitas seremonial : upacara pergantian tahun. Mungkin dengan itu kita ingin membangun fondasi pikiran kita tentang adanya suatu harapan yang lebih baik di masa datang. Harapan yang selalu ditiup menggelembung seperti balon yang diterbangkan ke angkasa.
Lalu tahun barupun datang. Kembali lagi seperti tahun sebelumnya, dijalanai selama 12 bulan. Dari rutinitas seperti ini apa sebenarnya yang baru? Bukankah setiap peristiwa merupakan serangkaian kebetulan yang jarang kita rencanakan.
Jadi janganlah memikirkan tahun baru secara permanen karena ia pasti akan terulang lagi 12 bulan kemudian. Filsuf Yunani kuno Herakleitus pernah menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini terus berubah dan berubah, mengalir seperti air, Panta Rei-Panta Rei.(**)
Add comment Desember 27, 2008
Mati Murah Ala Indonesia
Anda ingin mati tapi tak ada biaya? Datang saja ke Indonesia. Di negeri ini biaya untuk menjemput ajal alias sang maut tak lebih dari Rp 30.000. Tak percaya? Tengok saja kasus pembagian zakat di Pasuruan belum lama lalu. Saat itu 21 orang menjemput ajal dengan cara unik dan mungkin satu-satunya di dunia: Mati kehabisan nafas akibat berdesakan di antara ribuan orang memperebutkan uang yang tak seberapa itu.
Pemandangan yang sungguh memiriskan hati lantaran kejadian ini menunjukkan dengan terang benderang bahwa betapa miskinnya masyarakat kita hingga rela berjibaku demi uang receh yang secuil jumlahnya ini.
Saya membayangkan apa kira-kira yang ada dalam pikiran presiden saat menonton tayangan kejadian itu di TV.Mungkin dia juga turut sedih, dongkol, sakit hati,. Tapi masihkah presiden dan petinggi negeri yang katanya gemah ripah loh jenawi ini punya rasa malu? Rasa malu terhadap Indonesia, negerinya sendiri?
Kejadian di atas juga menunjukkan bahwa masalah yang berkaitan dengan sumbang-menyumbang ala negeri kita tak lepas dari kompleksnya setback masalah itu. Ada ketidakpercayaan terhadap pemerintah beserta aparatnya. Mungkin ada juga sikap riak para dermawan penyumbang zakat. Haji Syaikon mungkin berniat luhur tapi mungkin juga tidak. Seandainya cara bagi zakat itu di atur dengan rapid an tak menumpuk di rumahnya mungkin kejadian ini tak akan terjadi. Tapi yah. Itu tadi, kembali kepada niat sang pembagi zakat.
Kembali pada soal murahnya ongkos mati di negeri kita. Hampir seluruh kejadian mati secara massal merupakan akibat langsung dari salah urus terhadap beberapa masalah yang sudah akut sejak dulu. Tentu termasuk di dalamnya penyakit kronis bernama korupsi. Jembatan wisata putus, puluhan orang mati. Kereta api ambruk puluhan orang tewas. Gedung sekolah roboh, puluhan anak-anak tertimpa reruntuhan gedung. Pesawat jatuh puluhan penumpang tak selamat. Kejadian kejadian ini membuktikan gawatnya soal manajemen di negeri kita. Dan para pengelola manajemen negeri ini tentu tak bisa berdalih bahwa mereka juga manusia. Jangan pernah menggunakan unsur terlemah manusia yakni kekurangan sebagai alasan pembenaran tentang semua persoalan yang terjadi. Mengapa orang Singapura mampu membuat bandara Changi, sebuah bandara tercanggih dan paling rapi di dunia? Dan mengapa kita hanya mampu bikin Cengkareng yang tampak seperti terminal yang penuh calo dan preman?
Tapi tak apalah. Yangh jelas banyak orang yang mati dengan ongkos murah. Lalu siapa berani menjamin bahwa persoalan serupa tak akan terjadi lagi? walllahu alambissawab
5 comments September 27, 2008
Betoelkah Presiden Milik daripada Seloeroeh Ra’jat ?
Moesim tjari2 moeka para elite politiek terhadap kepada ra’jat soedah pada kentjang. Itoe para pejabat negeri jang rangkep djadi ketoea partej soedah poela berkoar2 di media poeblik. Moelai dari presiden, wakil presiden, para menteri maoepoen para koeda hitam jang siap2 bertaroeng dalam pilpres tahoen dimoeka ini.
Djikalaoe kampanje itoe dilakoeken oleh mereka jang betoel2 moerni ketoea partej tidak mendjadi masalah. Jang djadi soal adalah djika mereka itoe djoega adalah pedjabat poebliek jang artinja tiap2 dia orang itoe bitjara haroeslah menjangkoet kepentingan orang ramai. Begitoe seseorang telah mendjadi pedjabat poebliek maka dia orang itoe haroes toenjoekkan bahwa dirinja adalah milik semoea orang, seloeroeh ra’jat. Dia makin mendjaga diri dan awas terhadap bahasa2 jang mementingken dia poenja golongan, dia poenja poewak dan famili2.
Dus baik Presiden dan wakil presiden jang djelas2 bitjara mengenai daripada dia poenja partej itoe djelas2 menoenjoekkan bahwasanja mereka itoe boekanlah pemimpin seloeroeh ra’jat melainkan hanja oentoek golongan dia poenja partej sadja, golongan dia poenja poewak sadja.
Djadi djanganlah mentjari2 pembeladjaran politiek dari ra’jat kalo para pemimpin negeri sadja soedah mengadjarkan tjara2 jang tida’ betoel terhadap kepada ra’jat. Lagipoela selama para pemimpin negeri masih rangkep djabatan dengan mendjadi ketoea partej, akan djadi soelit poela mendjadi pemimpin seloeroeh ra’jat
4 comments September 12, 2008
Oelama Sekarang, Roepa2 Dia Poenja Gaja
Saja ada lihat di tivi itoe para oelama moeda pada tjeramah soal daripada hikmah poeasa. Semoea nereka itu pada omong bagimana poeasa jang bae, jang berpahala zonder djaoeh daripada dosa. Oelama jang satoe bilang begini. Oelama jang laen bilang begitoe. Dus semoeanja bagoes2 dia orang poenja isi itoe chotbahnja.
Tapi saja djoega ada sebarang denger, itoe para moeballigh moeda kita berlakoe sematjam bintang pelem atawa artiis. Dia orang poenja gaja djoega meniroe2 daripada penghiboer2 atawa selebritis.
Kita orang semoea tentoelah haroes mensjoekoeri bahwasanja pendidikan agama soedah madjoe betoel di zaman ini. Sjiar agama soedah begitoe haibat. Laen dengan doeloe jang tjoeman sedikit orang jang kerdja di lapangan sjiar agama. Saja poen djoega tentoe patoet bersjoekoer oentoek ini.
Tapi kalaoe saja ada banding2ken nilai itoe sjiar agama sedari doeloe sampai sekarang tampaknja djoega soedah berlain lainan dia poenja nilai ataoe isi sjiarnja. Doeloe saja tjoema dengar itoe tjeramahnja Toean Hamka, Toean Moekti Ali ataoe Idham Chalid ataoe djoega Zainoeddin MZ. Wah mereka ini haibat2 betoel baik dari tjaranya bitjara poen djoega isi tjeramahnja. Tambahan djoega mereka ini poenja gaja hidoep sederhana sekali. Tida’ mau oenjoek dia poenja kehaibatan terhadap kepada orang laen.
Saja tidak maoe bilang kalaoe moeballigh moeda kita tidak bagoes tjaranya bitjara. Tapi seperti ada jang hilang dalam chotbah nereka jakni nilai esensial sjiar itoe. Moeballigh zaman ini soedah soelit kita bedaken antara jang benar2 moerni sjiar ataoe jang mana jang tjari popoelaritas semata. Kerna saja lihat dia orang poenja gaya (moebaligh sekarang) matjam artis sadja, tidak soenggoeh2 dia poenja maksoed maoe perbaiki oemmat, tapi sepertinja dia tjari popularitas oentoek dirinja sendiri dan moengkin djoega oentoek menambah dia poenja poendi2.
Tapi moedah2an doegaan saja ini meleset dan tidaklah betoel adanja.
4 comments September 8, 2008
Pengelola Blog ini namanja Arsjad Salam. Sedjak dahoeloe hingga sekarang bertempat tinggal di Kendari. Dengan roepa-roepa tjara tetap beroesaha sekoeat daripada tenaga, semampoe bisa teroes menoelis apa sahadja jang dirasa perloe diketahoei orang ramai. Dia orang ini berfikir sematjam penoelis zaman lampaoe jang tadjam dia poenja pena, padahal tidaklah elok benar dia poenja toelisan. Dia orang jang poenja blog ini hanja menoelis biasa sahadja selakoe penoelis lainnja. Menoelis tentang segala matjam warta. Oetama sekali jang boeroek-boeroek, jang miring-miring, yang membikin kita ditjap penoelis jang seronok dan gelaran boesoek lainnja. Pengelola jang mana daripada blog ini masih dalam tahapan belajar sadja lagi, oentoek menghantar kita semoea kepada kepandaijan jang berotak manoesia, berboedi loehoer dan berakhlaq moelia. Marilah kita orang semoea teroes kibarkan pandji-pandji dan semangat blogger jang baik , jang positif zonder sjak wasangka ataoe rasa coeriga terhadap kepada pihak lain. Hendaklah kita orang semoea djangan loepa agar soepaja kita senantiasa berfikir lajaknja orang-orang jang berfikir merdeka.