PilGub Sultra : Ada Yang “Parecu ?”

membaca-melamun-atau-mengintip.jpg Pemilihan Gubernur dalam Pilkada Sultra 2 Desember lalu hingga kini masih menyisakan persoalan yakni salah satu kandidat tidak (atau belum mau ?) menerima hasil Pilkada tersebut dengan berbagai alasan.

Menurut media lokal Kendari, salah satu kandidat tersebut tak mau mengakui hasil Pilkada itu dengan beragam alasan di antaranya bahwa telah terjadi kecurangan dalam proses pelaksaan Pilkada Gubernur dimaksud antara lain adanya dugaan terjadinya penggelembungan suara di beberapa daerah.

Melihat gelagat ini saya kuatir di Sultra akan terjadi unjukrasa besar-besaran atas buntut persoalan tersebut. Yang paling merisaukan tentu keamanan daerah yang akan terusik lagi bila para petinggi politik di Sultra tak mau legowo dan menerima hasil perhitungan suara. PilGub Maluku Utara sudah cukup menjadi contoh bagi kita bagaimana persoalan tingkat elit akhirnya menyengsarakan rakyat juga.

Saya masih ingat tatkala berlangsung Deklarasi Pilkada Damai beberapa hari sebelum pemilihan berlangsung. Saat itu rakyat merasa lega lantaran para kandidat sepakat untuk mengusung Pilkada yang damai. Tentu tanpa main curang atau parecu. Dalam hal main curang atau parecu memang tidak tertutup kemungkinan untuk itu.

Sebagai putra daerah yang peduli terhadap daerah, kita tentu mengharapkan agar para kandidat khususnya yang masih menolak hasil pilkada tersebut agar berbesar hati menerimanya. Demi kemaslahatan rakyat Sulawesi Tenggara yang kita cintai.(**)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s