Harga Tempe Melejit, Rakyat Menjerit

Negara ini terus dirundung malapetaka. Belum usai bencana yang lain, kini muncul persoalan baru yang tak kalah peliknya:melejitnya harga tempe di pasaran. Persoalan tempe naik tingkat menjadi persoalan nasional karena makanan yang begitu akrab dengan rakyat kecil ini tiba2 menghilang dari pasaran. Padahal dia adalah makanan yang telah lama menjadi menu yang sangat murah bagi masyarakat.

Persoalan mahalnya harga tempe ini sekali lagi membuktikan bahwa pemerintah tidak dapat berbuat banyak dalam rangka membangun ketahanan pangan nasional. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa pemerintah belum sepenuhnya memihak petani, khususnya petani kedele. Yang tampak justru adanya keberpihakan pada importir dari luar. Dengan begitu yang enak tentu adalah para petani luar negeri.

Dan mahluk bernama tempe ini mudah menimbulkan resistensi dengan rakyat. Ia sungguh sungguh bisa membikin gejolak karena menyangkut hajat hidup orang kecil. Maka tidak mengherankan jika para pengusaha tempe yang telah bergelut puluhan tahun dalam usaha ini kemudian berdemo di istana negara.

Tragedi tempe ini kian membuka mata kita bahwa kebutuhan pangan yang sangat vital bagi rakyat belum sepenuhnya dapat kita penuhi sendiri melainkan harus diimpor. Padahal lahan indonesia sangat potensial untuk tanaman kedele.

Belajar dari kasus ini, pemerintah sudah saatnya merubah paradigma yaitu menggalakkan kembali usaha tanaman apa saja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tentu bukan hanya kedele tapi juga kentang, tomat, cabe, jahe dan lain-lain. Tidak tertutup kemungkinan semua jenis pangan kita akan diimpor bila pola pikir kita masih menganut falsafah dagang yaitu membeli alias mengimpor dari luar.

Aaahhhh capee deeehh


Iklan

3 pemikiran pada “Harga Tempe Melejit, Rakyat Menjerit

  1. kayaknya masyarakat Indonesia perlahan tapi pasti menuju ke sebuah pepatah mungkin lebih cocok dikatakan “RAMALAN ” Jadi Penonton di Negeri Sendiri”
    “SAVE OUR TEMPE & TAHU…!!!”
    Sorry bang baru gabung lagi..kalo baca tulisan-ta jadi tergugah terus..(dah senior sih) dan selalu mengena ati..mudah2an ada petinggi di Jakarta sana yang bisa nge-blog and baca tulisan Bang Arsyad

  2. Inilah latahnya orang Indonesia, pas orang semua lagi gila-gilanya industrialisasi orang kita juga gila-gilaan ikut tanpa ingin mempelajari lagi sebenarnya yang cocok buat bangsa ini itu apa. Ini persis dengan fanomena Setan Pocong di TV yang dulu sempat marak *apa hubungannya 😀 *

    Paling tidak kita ambil keuntungannya yang lain, karena dengan begini bangsa kita tidak bisa lagi dibilang bangsa yang bermental tempe !!
    *kabur*

  3. berita besar ya?
    masalah perut lapar sih?tempe memang sudah sejak dulu kala harganya murah sekarang jadi kebalikan mahal,kalo mahal siapa yang mau beli?wah kalo di ramal
    jelas negeri kita rugi besar dong,semua bahan baku dari luar negeri di beli(karena murah) sedang petani kita kebakaran jenggot.
    siapa yang mau beli bahan baku lokal yang mahal??
    mungkin inikah rasanya pasar bebas.

    makhluk tuhan yang paling gurih(tempe) bagi perut gue kok mahal ya??
    ***********sruuup***********************
    ***********lidahku basah******************
    ***********melihat gadis cantik**************
    ***********enak di makan******************

    agus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s