Nur Alam Kembalikan Aset Daerah

picture-005.jpgMantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tenggara Nur Alam SE, Kamis 14 Pebruari mengembalikan asset daerah yang dipakainya saat menjabat Wakil Ketua Dewan periode 2004-2009 kepada Pemerintah Daerah yang diwakili Sekretaris DPRD Sultra Drs Iskandar.

Penyerahan asset daerah tersebut setelah Nur Alam menyatakan mengundurkan diri secara resmi sebagai unsur pimpinan DPRD Sultra sejak 31 Juli 2007.

Aset asset yang diserahkan yakni dua unit mobil masing-masing Ford Everest bernomor polisi DT 7 dan Kijang Krista DT 7306. Selain itu Nur Alam juga menyerahkan satu buah laptop Toshiba dan televisi 29 inci tahun 2005 yang seluruhnya adalah aset Pemda Sultra.

Nur Alam bersama pasangannya adalah pemenang Pilkada Gubernur Sulawesi Tenggara Desember 2007 lalu.

Usai menyerahkan aset tersebut, Nur Alam kepada pers menjelaskan kembali apa yang menjadi agenda kerjanya setelah dilantik menjadi gubernur yakni melakukan penyesuaian terhadap program pembangunan yang tertuang dalam APBD agar sinkron dengan visi misinya saat kampanye pilkada gubernur yang lalu. ”Hasil penetapan APBD belum optimal dan akan disesuaikan dengan visi misi saya saat kampanye” katanya.

Selain itu Nur Alam juga menyingggung soal programnya yang jadi ”primadona” yaitu bantuan pembangunan desa senilai Rp 100 juta pertahun. ”Program ini akan diluncurkan pada hari ulamg tahun Sulawesi Tenggara 27 April nanti” ujarnya. Diharapkan program ini merupakan momen kebangkitan masyarakat Sulawesi Tenggara ke depan. (arsyad)

Iklan

5 responses to “Nur Alam Kembalikan Aset Daerah

  1. wah salut salut… nih baru wakil rakyat yang benar benar merakyat… tahu diri…. coba ada mesin kloning…. aku pengen mengkloning tuh pak Nur Alam… biar Indonesia jadi adem ayem gitu dech

  2. Selamat buat rekan Nur Alam.
    Semoga sukses menjalankan tugas sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara 2008 -2012
    Sejahterakanlah masyarakat Sultra…

  3. “Bantuan pembangunan desa senilai Rp 100 juta pertahun”

    MEmbantu orang lain, apalagi dilakukan seorang pemimpin terhadap rakyatnya memang baik sudah seharusnya. Hanya, konteks ‘membantu’ di sini seharusnya tidak menjadi bumerang yang menjadi program memanjakan dan membuat masyarakat malas berusaha.
    Karena itu, penggunaan dana 100 juta tersebut harus jelas, perlu dilakukan audit secara kontinyu oleh instansi yang kapabel dan bertanggung jawab.
    Maaf nih, tanpa bermaksud meremehkan kredibilitas Nur Alam, keputusannya untuk mengembalikan fasilitas yang ia terima saat menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sul-Teng, saya pikir wajar2 saja kok. Bahkan itu merupakan penguatan image positif di masyarakat, sebelum dilantik sebagai gubernur. Jika tidak menjabat gubernur, apa akan mengembalikan? (semoga jawabannya ya. dan semoga ia benar-benar merealisasikan program dan janji-janji manis saat kampanye 🙂 )

    Salam kenal untuk pemilik blog ini 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s