Listrik = Habis Gelap Tak Pernah Terang

Setelah terjadinya krisis multidimensi yang melanda bangsa kita, hari ini kita lagi -lagi diperhadapkan pada kenyataan pahit yakni krisis listrik. Listrik menjadi barang mahal di masyarakat. Padahal sebagai salah satu kebutuhan dasar rakyat, pasokan listrik haruslah tersedia dalam jumlah yang cukup. Tapi kita semua harus menelan semua kenyataan pahit itu di tengah sulitnya orang kecil memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pemadaman listrik yang terjadi hampir di seluruh tanah air menunjukkan bahwa negara telah gagal dalam manajemen sumber daya energi khususnya tenaga listrik. Padahal negara kita menyimpan potensi energi yang sangat besar. Kenapa pemerintah gagal memenuhi salah satu kebutuhan mendasar rakyat ini? jawabnya mungkin : karena pemerintah asyik dengan dirinya sendiri. Para menteri sibuk berkampanye di tengah hiruk-pikuk antrian BBM dan Gas. Hal ini terjadi lantaran hilangnya kepekaan para pemimpin atas persoalan rakyat. Hilangnya sense of crisis. Tak peka dan abai pada keadaan yang kian sulit kini.

Alhasil yang terjadi adalah ini: bahwa setelah 60 tahun merdeka, bangsa kita tak kunjung beranjak jauh. Malah kian jadi tertawaan bangsa lain saja semisal Malaysia dan Singapura. Bayangkan, negara kecil macam singapura saja berani petantang-petenteng dihadapan kita. Mereka berani karena mereka tau bahwa kita lemah. Bahwa kita korup. Bahwa kita tak becus urus rakyat. Dan Listrik?

Alhamdulilah listrik tetap menjadi barang mahal sekarang ini. Artinya Habis Gelap Tak pernah terang alias gelap selamanya.

Iklan

One response to “Listrik = Habis Gelap Tak Pernah Terang

  1. iy ne.. PLN payah…

    setchara kan qta punya banyak aer bwt bahan bikin listrik..

    tinggal siapin ratusan drum buat ambil sedikit aer di kawasan laut jawa, beres uda

    *enag yg tinggal ngomong*

    hehe….

    salam kenal…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s