Catatan 27 Juli

Entah mengapa tiap memasuki 27 Juli saya jadi sedih. Saya sedih lantaran sejarah masa lalu kita yang kelam di hari itu. Peristiwa penyerbuan Kantor DPP PDI pimpinan Megawati oleh lawan politiknya persis di tanggal 27 Juli 2006 itu ibarat warna darah yang tua. Mengental tapi tak mudah terhapus. Bahkan dalam memori ingatan siapa saja yang telah mengenal ranah politik tanah air.

Memang tak dipungkiri bahwa kekuatan PDI di bawah Megawati telah mulai tampak. Adanya mimbar bebas di tugu proklamasi menunjukkan bahwa ada himpunan orang-orang yang menggeliat, merasa marah dan mengutuk keadaan.

Di luar itu kegelisahan juga melanda orang ramai. Banyak yang tak puas atas sepak terjang politik pemerintah yang dikendalikan oleh partai tertentu. Rakyat banyak menggerundel. Dari sini terciptalah satu keadaan chaos yang melingkar-lingkar dan tak putus-putus.

Para cendekiawan mulai kasak-kusuk dan mahasiswa gerah. Mereka berbisik-bisik. untuk perbaikan keadaan Republik. Maka lingkaran persekongkolan pun terbentuk. Pemerintah mencium bau itu dan mereka curiga. Dan terjadilah apa yang kemudian dikenal dengan istilah Sabtu Kelabu. Tersebut. (**)

Iklan

One response to “Catatan 27 Juli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s