Budaya Copy Paste Posting, Positifkah Bagi Blogger?

Suatu ketika saat saya sedang menjelajahi dunia blogger, saya mendapati beberapa postingan yang sama. Tidak ada perbedaan sama sekali dalam naskahnya. Ketika saya perhatikan dengan teliti, rupanya banyak blogger melakukan hal ini, terutama menyangkut topik Tutorial Blog. Postingan lain yang juga menjadi andalan Copy Paste adalah berita, atau mengenai pendapatan jutaan dollar dari blog kita yang dikenal dengan Adsense.

Sebagai seorang penulis (yang sampai kini masih juga terus belajar menulis) sebenarnya saya sangat prihatin melihat hal ini lantaran budaya copy paste hanya akan membikin tumpul kreatifitas kita sebagai manusia. Copy Paste tidak melatih otak kita untuk menganalisa sesuatu secara cermat dan efisien. Kita akan kehilangan daya krtitis melihat rupa-rupa kemencongan di sekitar kita. Dan akhirnya kita akan menderita fobia meniru orang lain secara permanen.

Terus terang saya sangat kagum pada beberapa blogger berikut : Sawali Tuhusetya, Satya Sembiring, Kesambet dan Ndorokakung yang telah berhasil membuat trade mark blognya sendiri. Mereka kreatif, unik dan tentu saja menarik. Atau Jarar Siahaan yang dari dulu tetap setia di jalur blog berita. Tentu masih banyak blogger lain yang belum saya ketahui. Jika menyimak beberapa blogger ternama di atas ada beberapa catatan yang berhasil saya tangkap yang mudah-mudahan bisa menjadi tips dalam postingan kita:

  1. Usahakan setiap postingan adalah hasil olah pikiran sendiri jadi orisinalitasnya dijamin. Atau menganalisa tulisan lain yang sudah terbit. Itu lebih mempertajam daya analisis kita
  2. Jangan membuat posting dengan cara copy paste terlebih-lebih bila temanya sudah basi atau sudah habis-habisan dikupas blogger lain.
  3. Hindari membuat postingan yang terlalu panjang seperti pidato para pejabat, karena berinternet adalah bermain dengan waktu. Jika tulisan terlalu panjang percayalah akan sulit mendapat komentar atas tulisan kita. Para pembaca sudah pindah ke tempat lain sebelum selesai membaca postingan kita. Kredo bahwa waktu adalah uang sangat dipegang teguh oleh mereka yang senang berinternet.
  4. Hindari sebisa mungkin membuat komentar asal bunyi (spam?) di blog orang lain karena hal itu akan menunjukkan kelas kita dalam dunia blogger.

Demikian beberapa catatan yang mudah-mudahan bisa bermanfaat buat kita semua, para blogger tanah air. Yakinlah bila kita konsekwen dengan hal ini, pasti para blogger akan kian disegani di dunia maya (mungkin juga di dunia nyata). Dan para blogger tidak selalu dikambinghitamkan oleh pihak lain seperti pernyataan Roy Suryo tempo hari. Dan pemerintah dalam hal Menkominfo akan berpikir seribu kali untuk memberikan pernyatan yang menyudutkan para blogger.

Salam.

Iklan

13 pemikiran pada “Budaya Copy Paste Posting, Positifkah Bagi Blogger?

  1. haha…mungkin yang suka copas itu lagi suntuk, jadi drpd gak ada yg baru mending copas . Tapi, biasanya juga dibacanya hanya selintasan saja. Hasil pemikiran sendiri tentu yang terbaik, lepas dari segala penilaian dari orang luar. Karena blog itu milik priibadi, ciri khas individu di dalamnya jelas sangat kental. Kalaupun ada orang yang menilai macam-macam yaa pastinya para blogger itu (terutama saya) tidak akan peduli). My blog is my blog whatever u like or not.. begitu deh pendapat saya.. Tabik…

  2. setuju!!!

    kesian khan… udah nulis capek2… bercucuran air mata… membanting tulang,,…. *Lebay mode On 🙂

    eehhhhh malah di COPAST tanpa ber pri~kebloggeran… hiks

  3. Susah juga ngilangin budaya copas.
    1. Perlu nggak Perlu tergantung isi postingannya apa? Kalo hanya mereferensikan menurut saya sih….boleh. Dengan syarat menyebutkan sumbernya.(disclaimer)
    2. Kalau jiplak 100% berarti gelarnya ‘blogger copas’ atau kliper copas (maksa).
    3. Budaya copas? ambil hikmahnya aja. karena tidak semua penulis blog bisa hunting data dalam kehidupan nyata langsung. Bisa jadi blog nya hanya sebagai kepuasan semata.
    4. Terakhir saya salut dengan konsep design blog mas yang simple ini. keyeeeeeeen
    Salam kenal

  4. Budaya copy paste jika tidak diikuti dengan keterangan sebagai sumber referensi, apapun juga, adalah kejahatan ilmiah. Tetapi di dunia maya yang bersifat borderless, apa kita bisa buat? Artikel saya banyak dicopy paste di sana-sini dan, bahkan diakui sebagai karya si pengutip. Menyedihkan tetapi apa yang saya bisa buat kecuali 2 hal ini: 1) meringis karena dongkol; 2) tertawa karena setiap copy paste berarti saya sudah “bersedekah” atau menurut konsep kami Kristiani “memberi persembahan” ha ha ha. Bung Arsyad, terima kasih sudah mengujungi blog saya. Selamat hari raya, Tuhan memberkati anda.

  5. kalo nemu copypaste dari tulisan saya, kasih tau ya mas……hhihhhi, mau enaknya aja.

    makasih sudah mampir di blog saya

  6. Tergantung dari kontennya dulu mas, kalau konten itu berisi ajakan atau pun pengumuman ok saja!

    Tapi kalau konten tersebut adalah hasil pemikiran orang lain, tergantung dari si pemilik blog, apa dia merasakan perlu tulisan ini untuk di repost kembali di blog nya atau tidak dengan alasan si blogger ini harus mencantumkan alamat asli dari mana tulisan itu di ambli, kalau pun tidak dicantumkan itu bisa jadi kode etik dalam penulisan telah disalahgunakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s