Ramadhan: Sahoer, Boeka Poeasa dan Tarawih

Hampir seloeroeh Masdjid di tanah air dipastikan akan ramai lagi oleh djamaah. Pedagang es pinggir djalan pasti akan kebandjiran pembeli. Panti asoehan, para gelandangan dan pengemis pasti kebandjiran pengoendjoeng dan dapat bernafas lega lagi-meski hanja sesaat-. Segala djenis makanan moelai dari bahan hingga jang siap sadji pasti diboeroe orang. Itoelah fenomena Ramadhan atawa boelan Poeasa di negeri kita: boelan poeasa jang sedjak doeloe selaloe sadja identik dengan persoalan ibadah, koeliner dan pakaian baroe. Ritoeal sama jang terdjadi tiap tahoen.

Dengan berpoeasa dan melakoekan ibadah kita merasa telah melakoekan amal dan pahala jang akan memboeat kita masoek sjoerga. Kita selaloe berpikir setjara hitam poetih dan tjenderoeng melihat persoalan dengan moedah. Selaloe menghitoeng amal jang kita lakoekan. Kita asjik dengan atjara seremonial poeasa dan loepa bahwa masih ada sebelas boelan lainnja jang haroes kita pertanggoengdjawabkan.

Saja boekanlah ahli agama dan tak ingin membahas poeasa dari segi ini. Ada banjak kiai dan moeballigh jang akan mengoelasnja di tv tiap soeboeh. Saja hanja ingin menggoenakan akal sehat dan logika tentang fenomena poeasa ini.

Sahoer seakan identik dengan menoe jang lezat dan aneka roepa. Ini adalah oelah media jang selaloe menjiarkan-kadang dengan boemboe ber;lebihan hingga terkesan riak-orang-orang tertentoe jang bersantap sahoer. Maka timboel persepsi bahwa sahoer identik dengan hidangan enak.

Berboeka djoega demikian, selaloe identik dengan penganan dan minoeman jang beraneka matjam. Bila perloe segala djenis koee ada di atas medja. Padahal kemampoean peroet oentoek menampoeng itoe semoea sangat terbatas. Inilah nafsoe setan jang selaloe ingin mengoeasai manoesia.

Tarawih kentara sekali adalah oendjoek gagah-gagahan orang-orang tertentoe soepaja tampak alim dan saleh. Bersalaman dengan orang-orang miskin. Memberi sedekah dll. Padahal sebelas boelan sebeloemnja dia sangat anti sotjial dan tak pernah tampak bergaoel dengan kaoem papa jang djoemlahnja kian bertambah dari waktoe ke waktoe.

Tapi baiklah. Itoe semoea tentoe terpoelang kepada kita: apa sebenarnja hakekat poeasa bagi kita. Dan tentang hal ini biarlah berpoelang kepada persepsi kita sendiri-sendiri.

Iklan

6 responses to “Ramadhan: Sahoer, Boeka Poeasa dan Tarawih

  1. soenggoeh sangat disajangkan,
    saat boelan poeasa ini, ada poela
    memanfaatkan masdjid djadi adjang kampanje
    brosoer jadwal imsjakijah jang dibagi2
    bergambar daripada
    tjaleg dan tjalon bupati
    ….hal itoe soenggoeh memaloekan

  2. apa sebenarnya hakekat puasa bagi kita. Dan tentang hal ini biarlah berpulang kepada persepsi kita sendiri-sendiri.

    Mudah2an kita semua dapat menempatkan diri di jalur MUTAQIEN.
    Selamat Berbuka Puasa Bang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s