Duh BHP !

Saya hanyalah masyarakat kecil yang biasa ngeblog (tapi sering hiatus). Saya bukanlah ahli pendidikan atau guru, apalagi dosen. Saya tak banyak tahu soal pendidikan kita. Tapi ada saya lihat di tipi itu para mahasiswa pada demo soal Badan Hukum Pendidikan atawa BHP. Demo itu terjadi hampir di seluruh wilayah Republik. Apakah gerangan BHP itu? Dari selentingan berita saya mengerti rupanya dengan UU BHP yang baru saja di sahkan DPR, pendidikan kita akan mengalami komersialisasi pendidikan atau swastanisasi pendidikan. Dengan kata lain, sektor pendidikan kita digenjot agar dapat membiayai dirinya sendiri dan tak lagi bergantung sepenuhnya pada pemerintah.

Membaca gelagat demikian, mahasiswa pun bahu membahu dan bersekutu menentang beleid baru itu. Mahasiswa memang pantas marah lantaran merekalah yang paling merasakan imbas UU BHP itu. Naiknya SPP dan dan biaya kuliah lainnya hanyalah dua contoh yang pasti terjadi seiring terbitnya undang-undang ini.

Saya tak tahu apa sebenarnya yang ada dalam benak pemerintah dan DPR saat membahas RUU BHP tersebut. Di tengah krisis yang melanda negeri ini, pemerintah masih dapat berpikir bagaimana agar masyarakat bisa lebih sengsara lagi. Ini sekaligus alamat bagi kita semua bahwa pemerintah sudah tak berdaya memikirkan pendidikan kita. Bukti bahwa pemerintah memang cenderung melihat segala soal dari sudut dagang termasuk pendidikan. Semua dipandang dari kacamata ekonomi. Ditakar berdasar untung rugi layaknya neraca saldo dua lajur debet kredit.

Pada tataran ini, jangan lagi bicara soal profesionalitas guru dan dosen dan mahasiswa, karena semua berpikir soal uang, duit dan fulus. Dan peningkatan mutu pendidikan? Entah dimana dia gerangan. Maka kemudian berlakulah hukum ekonomi sederhana : dimana ada permintaan pasti ada penawaran. Saat penawaran tinggi maka harga pasti melambung. Dengan kata lain, para orang tua yang mapan secara ekonomi berlomba-lomba memasukkan anaknya ke sekolah favorit. Dan yang tak mampu pun gigit jari. Di sekolah yang paling murah sekalipun (kalau sekolah seperti itu masih ada) mereka hanya mampu berdiri di luar pagar sekolah itu. Tak dapat masuk ke dalam.

Lalu bagaimana soal 20 persen alokasi anggaran pendidikan dalam APBN? Wah kalau berbicara soal ini urusannya kian rumit dan berlingkar-lingkar dan tak putus-putus.

Mungkin analisa saya ini terlalu dangkal dan bersifat ngawur. Tapi seperti telah saya katakan di muka bahwa saya hanyalah masyarakat biasa yang sering ngeblog dan tak tahu secara mendalam bagaimana pendidikan kita. (**)

Iklan

Satu pemikiran pada “Duh BHP !

  1. Pendidikan di Indonesia sekarang sedang mengalami kemunduran dengan disyahkannya UU BHP, rakyat miskin dilarang sekolah.
    Pengesahan UU BHP ini akibat Indonesia terlalu nurut sama IMF dan bank dunia yang akan menjadikan negara berkembang sebagai obyek penjajahan neoliberalisme melalui pasar bebasnya.
    http://www.warnadunia.com/

    Salam kenal^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s