Perpustakaan yang Menyedihkan

Kemarin aku ke perpustakaan dan melihat-lihat buku di bagian sastra. Aku tak melihat ada buku baru di sana. Yang ada Cuma buku-buku yang itu-itu juga. Buku-buku yang sudah kumal, lecek dan layu lantaran keseringan dipinjam. Aku tak melihat ada novel baru di sana.
Beberapa hari sebelumnya saya masih lihat ada Seratus Tahun Kesunyiannya Gabriel Garzia Marquez. Tapi ia tak lagi kini. Atau Bumi Manusianya Paramoedya, Kebangkitannya Leo Tolstoi.
Melihat koleksi buku seperti ini saya jadi sedih, betapa miskinnya wawasan kita akan kesusastraan. Betapa tandusnya alam pikiran kita akan manusia dan kemanusiaan. Humanisme.
Yang banyak dipinjam justru buku-buku ringan semacam roman picisan atau komik serta Mati Ketawa Ala Rusia. Atau Sehat Bugar dengan Mudah. Yang laris adalah buku-buku mengenai kesehatan tubuh, percintaan dan cara melihat peluang di masa datang. Semacam primbon di zaman moderen.
Saya terus memandang deretan buku-buku yang jumlahnya tak seberapa itu. Pembaca atau peminjam memilih buku yang dia suka.
Sayup sayup di kejauhan aku dengar suara tv menyiarkan penyerangan Israel atas Palestina…
Astagfirullah halaziimm .. (*)

Iklan

One response to “Perpustakaan yang Menyedihkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s