Agar Kita Tak Hilang Dari Sejarah

Pram dan Dunianya, Menulis untuk Keabadian

Sebaris kalimat saya  temukan dalam sebuah buku berformat Pdf di google. Bunyinya begini

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

Kalimat itu diucapkan oleh Pramoedya Ananta Toer, sastrawan terkemuka Indonesia yang sangat fenomenal itu. Pramoedya menulisnya  saat berada di pembuangan tahanan politik di Pulau Buru.

Kita tahu alangkah tepatnya kalimat itu. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Pram dan kita semua suatu saat akan tinggal kenangan.  Agar kenangan bisa bernafas panjang  dan awet tentu harus dibingkai oleh sebuah pigura  yang tidak mudah hilang jejaknya dalam sejarah manusia.

Sokrates ahli filsafat Yunani yang mirip gelandangan sinting itu namanya abadi hingga kini. Padahal tidak satupun buah pikirannya dituangkannya sendiri melalui tulisan atau buku.  Sokrates tidak menulis. Dalam hal ini Sokrates barangkali harus berterima kasih pada muridnya Plato. Platolah yang menulis seluruh isi kepala Sokrates hingga  sang guru ditasbihkan sebagai bapak filsafat barat pertama.

Menulis.

Kata yang sederhana sebenarnya. Namun tidak mudah melakukannya. Arswendo Atmowiloto pernah mengatakan bahwa  menulis sebenarnya tidak sulit tapi sangat sulit. Tapi siapa yang mau percaya Arswendo? Siapa pula yang mau percaya kalau menulis adalah satu satunya cara untuk dikenang sejarah.

Pramoedya barangkali memang sedikit sarkasme. Tapi bagaimanapun adalah hak dia untuk melihat sisi lain dengan kacamatanya sendiri bahwa menulis memang kerja untuk keabadian. Meksi agak sedikit subyektif lantaran Pram mungkin menganggap kalau menulis adalah satu-satunya cara.

Tapi apapun dalilnya, suara Pram memang begitulah adanya . Menulis adalah hidup mati Pram. Itulah dunianya.  Tentu tak salah bila untuk membuat nama dikenang sejarah salah satu caranya adalah dengan menulis.

Pram, kita semua, rakyat.. hanya akan dikenang jika ada yang memang betul-betul layak untuk dikenang. Dan salah satunya melalui kalimat yang pernah kita goreskan pada secarik kertas. Suatu ketika goresan itu mungkin akan menjadi lentera yang akan memandu orang lain saat meniti jalan kehidupan.

Begitulah…

Iklan

One response to “Agar Kita Tak Hilang Dari Sejarah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s