Cerita Dari Sadel Motor Lawas

Ditengah Gempuran Motor Baru, Masih Ada yang Mau Pake Motor Tua

Di depan kantor RRI Kendari Senin 4 Juli ini saya bertemu dengan empat “orang aneh” dari Jawa. Mereka semua mengendarai motor besar buatan Inggris dan Jerman di masa perang dunia kedua. Ya mereka adalah anggota sebuah komunitas motor antik di Jakarta dan Yogyakarta.

Ada yang menunggangi BMW seri R51 tahun 1949. Ada pula BSA 1950-an, Ariel 60-an dan Matchless keluaran 50-an. Semuanya punya ciri sama : bermesin besar sekitar 400-an cc dengan tongkrongan gahar ala petualang.

Tak sadar saya pun ngobrol dengan mereka. Kata yang seorang (mungkin pimpinan rombongan), mereka ke Kendari dalam rangka tur keliling Indonesia sebuah komunitas motor antik.

Dari obrolan tersebut satu yang sangat terasa fanatisme mereka terhadap segala jenis sepeda motor buatan Eropa. Terlebih lebih yang masuk dalam kategori motor lawas alias motor tua. Saya lihat mereka ini mengkategorikan motor bukan berdasarkan merek atau jenis kendaraan tetapi berdasarkan negara pembuatnya.

Jadi, merek-merek sepeda motor seperti Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki mereka menyebutnya sebagai motor Jepang. Di luar itu, ya motor Eropa, Amerika da lain-lain.

Saya kira inilah orang-orang yang punya prinsip di luar pakem. Kendatipun motor mereka ini sedang mogok di jalan namun mereka enjoy saja membongkar dan memperbaikinya sendiri.

Ya begitulah hobby…

foto diambil dari sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s