Sebuah Roman Sebuah Penyelaman Batin

Pergesekan Feodalisme dan Rasionalitas yang Tragis

Sebuah tradisi bagaimanapun pada suatu ketika akan menghadapi benturan zaman yang pedih. Pada saat rasionalitas alias akal sehat berkuasa atas pikiran,  segala soal akan disederhanakan menjadi kategori-kategori yang harus bisa diterima akal sehat itu.

Perbenturan  antara feodalisme dengan akal sehat itu sangat kentara dalam roman tetralogi pertama Pramoedya Ananta Toer : Bumi Manusia.

Pergeseran seperti itu, memang tak bisa dihindari. Zaman menginginkan perubahan. Orang resah dan mencari jawab. Dan modernitas dengan anasir rasionalitas pun jadi pegangan bagi sebagian orang.

Minke, sang tokoh utama Bumi Manusia memang adalah pribumi tulen. Tetapi seluruh tindak-tanduk, daya pikir dan imajinasinya adalah adalah eropa seutuhnya. Eropa yang menjunjung tinggi bekerjanya akal sehat dalam anomali pikiran itu, sungguh mengguncangkan jiwanya.

Kita lihat misalnya adegan pertemuan Minke dengan sang ayah yang tak lain adalah pejabat feodal pribumi. Di sini Minke menghadap  bersujud sembari merangkak-rangkak. Sebuah tradisi yang menurut Minke menghina martabat manusia dengan merendahkan diri serendah-rendahnya dengan tanah. Budaya apa ini? Saya bersumpah anak cucuku tak kurelakan melakukan ini, begitu batin Minke.

Sebuah adegan sentimentil yang tragis. Perbenturan dunia tradisional feodal dan modernitas akal sehat. Di sinilah Pramoedya menunjukkan bahwa tak ada perlunya mempertahankan tradisi yang menghambakan diri di hadapan orang lain. Termasuk kepada pihak kolonial.

Roman ini oleh karena itu mengajak kita melakukan penyelaman batin ke dalam sanubari kita sendiri sejauh mana dan bagaimana kita melihat anasir feodal tradisional dengan modernitas yang menjunjung tinggi rasionalitas itu.

Iklan

One response to “Sebuah Roman Sebuah Penyelaman Batin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s