Terima Kasih Gramedia

Pertengahan bulan lalu, saya mendapat informasi dari penerbit besar Indonesia PT Gramedia Pustaka Utama (GPU), Jakarta yang menyatakan bahwa naskah novel saya berjudul Sonata untuk Liana (Secercah Kisah Anak-Anak Bajo) telah dinyatakan lolos seleksi Tim Editor Fiksi  GPU. Naskah tersebut saya kirim sekitar bulan Nopember 2011 lalu. Memang lama menunggu tapi kalau semua pekerjaan kita niatkan dengan baik dan sabar maka hasilnya pun pasti akan baik.

Informasi tersebut membuat saya senang sekaligus terharu lantaran saya masih dalam kategori pemula dalam dunia penulisan novel. Apalagi  Sonata untuk Liana adalah novel pertama saya. Sebelumnya saya adalah penulis opini di media cetak lokal seperti Kendari Pos, Kendari Ekspres dan Media Sultra.

Semula saya tidak begitu yakin naskah tersebut akan lolos lantaran banyaknya komentar teman-teman penulis di media online yang menyatakan bahwa, penerbit besar seperti Gramedia sangat selektif memilih naskah yang akan mereka terbitkan. Namun saya hanya berpegang pada prinsip sederhana : Kalau kita terus belajar dan berusaha pasti bisa. Begitulah.

Lolosnya naskah novel saya tersebut membuat saya kian tertantang untuk terus menulis novel. Tanggal 30 Agustus lalu (bertepatan dengan deadline) saya juga telah mengirim naskah novel  berjudul Tapak Kaki Terakhir  pada panitia Lomba Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2012.  

Bagi kawan-kawan penulis novel pemula seperti saya  yang mungkin naskahnya pernah ditolak, janganlah berkecil hati. Teruslah  menulis dan menulis. Kenapa? Karena menulis tidak perlu membayar.  Sebelum melegenda seperti sekarang, penulis besar Pramoedya Ananta Toer saja puluhan kali tulisannya ditolak oleh penerbit.

Sekarang banyak penulis, terutama pemula yang menerbitkan novelnya sendiri. Istilahnya Self Publishing. Saya salut dengan usaha-usaha mereka. Namun saya tidak tertarik dengan cara demikian. Alasaannya sederhana : tidak ada yang akan mengoreksi, menilai dan memberi masukan terhadap naskah kita.  Sementara penerbit-penerbit besar, mereka sudah memiliki standar baku  mengenai naskah yang bagus atau yang jelek.

Terima kasih  pada Gramedia yang telah memberi saya motivasi untuk tetap menulis novel.

Iklan

One response to “Terima Kasih Gramedia

  1. Salam kenal juga, Pak Arsyad. Saya senang sekali bisa kunungan balik ke blog Bapak.
    Terkait dengan tulisan di atas, sebelumnya saya ucapkan selamat. Menurut Bapak, untuk serius di bidang menulis, apakah perlu mengikuti pendidikan menulis (pelatihan atau kuliah)? Ataukah lebih penting rajin membaca (tadi saya masuk ke halaman buku-buku yang Bapak punya, luar biasa sekali)?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s