Benarkah Rok Mini Memantik Berahi?

Pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja. Di kampus, di pasar bahkan di dalam angkutan umum yang padat penumpang juga sudah sering kita saksikan. Mulai dari pandangan mata para lelaki yang tajam menusuk hingga colekan pada anggota tubuh kaum hawa, baik disengaja maupun tidak sudah sering jadi menu pemberitaan. Dan tak sedikit pemerkosaan terjadi dengan ritme yang sudah pakem : diawali dengan pandangan sekilas lalu berlakulah hukum “dari mata turun ke hati”

Bagi sebagian lelaki, memelototi perempuan yang memakai rok mini di tempat umum ibarat mendapat obat pemuas dahaga di tengah panas mentari. Entahlah kenapa demikian. Mungkin memang itu sudah menjadi kodrat manusia khususnya kaum Adam di manapun di bumi ini.

Salahkah para lelaki? Mungkin tidak.
Melihat sesuatu yang tampak secara langsung (tanpa sekat penghalang apalagi tersembunyi) akan menyulut timbulnya sesuatu dalam asosiasi pikiran manusia. Simpul-simpul syaraf akan mengirim gambar yang terekam mata tadi pada otak untuk diolah di sana. Dalam waktu sepersekian detik, otak langsung bekerja mengolah dan mencerna serta menyimpulkan ke mana arah pandangan tadi akan diteruskan. Apakah ke simpul posirif atau negatif?

Nah, terjadinya pelecehan seksual bisa saja lantaran cara membaca yang menyempal dari penafsiran otak atas hasil kerja rekaman kornea kita. Di sinlah titik mula timbulnya pikiran negatif akan pandangan yang tersaji di depan mata. Apalagi melihat gadis muda, cantik dan montok memakai rok mini. Siapa pula yang tahan?

Kata orang, jika melihat pemandangan seperti itu, kita harus memperkuat pertahanan dari sudut keimanan. Hati harus dibentengi tinggi-tinggi dari godaan yang demikian. Nalar jernih harus berfungsi dengan baik, kata orang lain pula.
Tapi siapa yang mau percaya nalar sekarang ini? Di tengah penjungkirbalikkan nilai-nilai sosial? Ketika tuntunan menjadi tontonan dan sebaliknya? Dan yakinlah di zaman modern ini, tidak ada lagi manusia suci dan luhur seperti Mahatma Gandhi. Itulah realita kehidupan. Inilah kenyataan zaman.

Khusus buat kaum hawa terutama yang masih muda janganlah terlalu mengumbar aurat jika ke mana-mana. Karena selain akan menurunkan nilai diri di mata masyarakat , mengumbar anggota tubuh di depan orang banyak juga bisa memantik naluri kaum adam untuk melampiaskan syahwat hewaninya dengan cara yang sering tak terduga.

Apakah Saudara pernah melihat gadis yang memakai rok mini? Apa yang ada dalam benak Saudara ketika itu?

Iklan

Satu pemikiran pada “Benarkah Rok Mini Memantik Berahi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s