Ketika Handphone Jadi Simbol Peradaban

Masih adakah orang kota yang tidak memiliki telepon seluler di hari-hari ini?  Kalau masih ada pasti manusia seperti itu memiliki kelainan khusus selain mungkin tak punya uang untuk membelinya.

Orang kota atau sering dipersepsikan sebagai simbol manusia modern identik dengan alat komunikasi apapun nama dan jenisnya. Hanya mereka ini yang bisa disebut sebagai pemangku peradaban modern. Tanpa alat komunikasi seperti ponsel misalnya, orang seakan berada di negeri antah berantah, zonder peradaban. Seakan kita masih berselimut dengan nyaman dalam keterbatasan peradaban zaman.

Dalam cakupan para pengampu sarana komunikasi seperti ponsel pun sekarang ini disekat lagi antara pemakai ponsel model lama yang hanya mengandalkan telepon dan SMS saja plus senter dan model baru yang serba instan dan memiliki fitur media sosial yang komplit. Pendek kata, ponsel yang dilengkapi fitur media social seperti Facebook dan Twitter adalah sebuah keniscayaan. Harus dimiliki. Tidak boleh tidak.

Nah benarkan penggunaan ponsel supercanggih identik dengan modernitas dan kemajuan? Entahlah.

Menurut saya, penggunaan ponsel dan sejenisnya tidak mutatis mutandis dengan simbol kemajuan peradaban manusia.  Dengan kata lain, kemajuan dan modernitas tidak bisa diukur dengan apa yang dipakainya serta bagaimana gaya hidupnya.  Meski dilengkapi dengan ponsel modern ditambah gaya hidup yang tampak modern, belum tentu yang bersangkutan bisa disebut moderen.

Mengapa?

Karena mpodernitas dan kemajuan berada dalam pikiran bukan pada sarana fisik yang digunakan. Ia bersemayam dalam tempurung kepala tiap orang yang tentu tidak tampak secara langsung. Kita tahu seseorang itu modern karena cara berpikirnya yang maju, jauh dari sikap irrasional.

Orang modern adalah orang yang berpikir modern, logis, ilmiah dan rasional. Tidak mencapuradukkan issu dan fakta serta selalu berpikir dengan menggunakan kaidah-kaidah tertentu yang berlaku universal.

Tapi sudahlah. Buat apa mengurusi ponsel orang. Toh itu urusannya sendiri. Buat apa kita ikut campur?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s