Keadilan, Betapa Absurd

Marginalia Novel To Kill A Mockingbird oleh Harper Lee

Atticus Finch adalah seorang pengacara tua yang bosan dan capek. Dan sabar. Lelaki ini mencintai keadilan sampai ke tulang sum-sumnya. Keadilan katanya harus tetap tegak meski dalam situasi yang paling getir. Dan Atticus mengalaminya sendiri dengan rasa nyeri sampai ke ulu hati.

Atticus tinggal di kota kecil, Maycomb namanya, sebuah kota yang terasa sebagai puing-puing artefak masa lalu ketika rasialis masih  berkecamuk begitu kuat, ketika orang kulit putih menganggap orang hitam- orang negro bukanlah manusia sepenuhnya. Di Maycomb, Atticus lah pengacara kulit putih pertama yang melihat orang negro sebagai manusia secara utuh.

Pengadilan menunjuk duda dua anak ini menjadi pembela Tom Robinson seorang lelaki negro yang dituduh memperkosa gadis kulit putih bernama Mayella Ewel, anak Bob Ewel. Dan ini di Maycomb, yang semua warganya seperti bersekutu meluluhlantakkan kemanusiaan orang negro. Beberapa lelaki setempat berusaha menculik Tom di penjara, mungkin  untuk membunuhnya. Tapi Atticus bisa mencegah semuanya terjadi.  Atticus bersikukuh, harus ada pengadilan untuk Tom meskipun hasilnya nanti sudah bisa diduga. Tom sudah divonis bersalah sebelum disidang.

Ketika anak lelakinya, Jem bertanya dengan rasa sesal yang memuncak mengapa hukum bisa tak adil seperti itu. Atticus menjawab bahwa kondisi masyarakat dimana hukum berlaku saat itu memang demikian. Tapi Atticus tak mau putus asa.

“Dalam hukum” kata Atticus pula, “Terdapat istilah bisa disangkal, tetapi menurutku seorang terdakwa berhak mendapat bayangan keraguan. Selalu ada kemungkinan semustahil apapun bahwa dia tak bersalah”

 Keadilan. Atticus dengan kata lain ingin mengatakan setiap insan tidak boleh menuduh seseorang melakukan kejahatan sebelum divonis oleh pengadilan. Kita lebih mengenalnya dengan asas Persumption of Innocens, praduga tak bersalah. Dan bahwa keadilan harus bisa berdiri tegak dari sisi manapun kita memandangnya. Dari manapun kita berdiri. Baik oleh orang kulit putih maupun si negro.

Tom memang akhirnya disidang. Meski Atticus bisa membuktikan kalau Tom tak bersalah, tapi juri berpendapat lain. Para juri yang semuanya orang kulit putih Maycomb memutuskan lelaki itu harus menjalani hukuman matinya. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s