Baliho Aneh

Saudara-saudara, saya bukan pegawai kantor pajak. Saya tak punya kepentingan dengan kantor itu kecuali bahwa  saya terus berusaha menjadi warga negara yang baik dengan taat membayar pajak. Tak heran saya cukup jengkel juga menyaksikan ada segelintir pegawai kantor itu yang menilep uang pajak yang susah payah dikumpulkan.

Saudara, beberapa waktu belakangan saya cukup terganggu mendapati sebuah baliho calon walikota Kendari, Sudarmanto yang dipasang  di tempat yang cukup strategis yaitu di depan kantor BKD Provinsi dan rumah sakit R Ismoyo (Rumah Sakit Korem) Kendari. Sebenarnya bukan kehadiran baliho itu yang menganggu tapi sepotong kalimat di dalamnya yang berbunyi begini “Program utama: pembebasan iuran pajak bumi dan bangunan”. Hampir setiap hari saya pasti akan membaca baliho itu ketika mengantar anak ke sekolah.

Nah apakah maksud kata-kata tersebut? Mari kita lihat

Setahu saya, sampai sekarang pemerintah belum mencabut ketentuan mengenai pajak bumi dan bangunan. Apalagi hendak membebaskan salah satu bentuk pajak yang menjadi tumpuan pendapatan negara kita. Jadi apa maksud Sudarmanto menuliskan kata-kata itu dalam balihonya?

Di tengah-tengah kampanye agar warga negara semakin sadar untuk membayar pajak, kata-kata dalam baliho Sudarmanto justru merupakan tamparan bagi aparat kantor pajak.  Ini sangat memalukan, apalagi kalau melihat kapasitas Sudarmanto yang saat ini menjadi anggota legislatif provinsi. Seharusnya beliaulah yang mengontrol kelancaran pembayaran pajak oleh masyarakat, bukan malah hendak membebaskannya.

Barangkali dengan kata-kata semacam itu, Sudarmanto bermaksud menarik simpati pemilih dengan meringankan beban rakyat yang selama ini terlalu banyak menanggung beban dalam membayar pajak. Sekilas memang terdengar sangat mulia dan luhur. Apalagi kalau maksudnya beliaulah yang hendak menanggung semua pajak bangunan yang selama ini harus dibayar oleh rakyat. Singkatnya, mungkin ia ingin berkata, Pilihlah saya, karena saya akan menanggung pajak bumi kalian.

Di sinilah pokok permasalahan yang sesungguhnya. Menurut saya, iming-iming tentang pembebasan membayar pajak bumi dan bangunan justru merupakan pembodohan kepada rakyat yang notabene harus menunaikan kewajibannya sebagai warga negara. Rakyat harus disadarkan bahwa segala biaya yang dikeluarkan pemerintah dalam melakukan pembangunan sebagian darinya bersumber dari pajak bumi dan bangunan ini.

Kalau maksudnya hendak membebaskan adalah dengan menghapus atau mengubah regulasi tentang pajak bumi dan bangunan, justru terdengar semakin aneh, rancu sekaligus lucu. Setahu saya, regulasi pajak bumi dan  bangunan adalah Undang-undang. Dengan kata lain, apakah bapak punya kewenangan mengubah peraturan tersebut? Kalau sebatas Peraturan Daerah (Perda) mungkin saja bisa. Tapi ini adalah Undang-undang. Yang bisa mengubahnya adalah DPR RI bersama pemerintah pusat. Jadi?

Mohon maaf kepada Bapak Sudarmanto. Dulu sewaktu bapak menjadi anggota legislatif, saya adalah salah satu pendukung bapak. Bahkan sempat melakukan kampanye di kalangan keluarga Menui. Jadi saya sangat terkejut melihat ada baliho semacam itu. Dan saya mohon kepada bapak, agar menurunkan semua baliho yang ada kata-kata seperti itu di dalamnya. Bukan-apa-apa, saya justru khawatir kalau baliho itu akan jadi bahan tertawaan orang. Terutama oleh mereka yang selama ini sangat peduli dengan kata-kata seperti saya.

Dan melalui kesempatan ini saya menyarankan agar tim pemenangan bapak (kalau memang ada) sebaiknya memikirkan baik-baik setiap kata yang akan dicantumkan di atas baliho. Karena sekali baliho bapak sudah terpasang, semua yang tertera di atasnya, baik itu gambar, tulisan dan sebagainya telah menjadi milik publik sepenuhnya. Dan warga bisa memprotesnya kalau mereka merasa tidak senang. Itu saja saya kira.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s